Desy Ratnasari Dituntut Fasih Bahasa Minang di Film Hamka Terbaru, Sempat Kacaletot Deui
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on Google"Keras itu secara fisik, secara apresiasi maupun secara verbal gitu ya. Ibunyalah yang kemudian mem-balance hal itu ketika Hamka kecil," lanjut Desy.
Salah satu bagian cerita yang menurutnya paling berat adalah ketika Sitti Shafiah harus meninggalkan Hamka kecil karena persoalan dalam hubungannya dengan sang suami.
Desy menilai perpisahan itu menjadi pengalaman sulit bagi seorang anak yang masih membutuhkan kehadiran ibu sebagai tempat bersandar.
"Itu menurut saya adalah sisi paling rapuh seorang anak ketika ditinggalkan oleh seorang ibu yang saya yakin Hamka kecil pada saat itu berpikir bahwa ini adalah sandaranku gitu, kasih sayangku," katanya.
Meski menghadapi pola asuh yang keras dan perpisahan dengan ibunya, Hamka kecil digambarkan terus berusaha menghadapi kesulitan. Desy menilai pengalaman tersebut turut membentuk ketangguhan tokoh yang kelak dikenal sebagai ulama besar itu.
"Pelajaran penting juga yang saya dapat dari seorang Buya Hamka pada masa kecilnya adalah tempaan keras itu justru membuat dia terus mencari, terus mencari, terus mencari dan resiliensinya itu jadi tough gitu, jadi kuat gitu," tutur Desy.
| Baca Juga: Tayang di Indonesia, ini dia 5 Fakta Menarik Film The Intern Versi Korea
Film Hamka Awal Mula Vol 3 mengangkat kehidupan awal Buya Hamka, mulai dari masa kecil hingga pertemuannya dengan sejumlah tokoh penting nasional. Meski menjadi penutup trilogi, film ini mengambil latar prekuel atau waktu sebelum dua film sebelumnya. (*)







