Aldi Taher Alami Pengapuran Lutut di Usia 42 Tahun, Ini Gejala yang Perlu Diwaspadai
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleVIVIA MEDIA — Nyeri lutut yang terasa saat menekuk kaki untuk sujud membuat Aldi Taher memeriksakan diri ke dokter. Penyanyi dan aktor berusia 42 tahun itu kemudian mengetahui adanya pengapuran pada lututnya.
Pengalaman Aldi menjadi pengingat bahwa rasa sakit yang awalnya dianggap kelelahan sebaiknya tidak terus diabaikan, apalagi jika mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.
Saat ditemui di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, pada Kamis (22/10/2026), Aldi menceritakan bahwa lutut kanannya terasa nyeri selama beberapa hari, terutama ketika hendak sujud.
Setelah menjalani pemeriksaan rontgen, ia mendapat penjelasan dokter mengenai kondisi sendinya.
| Baca Juga: Nyeri Lutut Saat Salat, Aldi Taher Didiagnosis Mengalami Pengapuran Pada Lutut
"Pas dicek, qadarullah, dirontgen ternyata tulangnya agak geser. Sendi engsel kanan dan kiri kan harusnya seimbang, nah ini yang kanan posisinya agak naik. Pas saya tanya kenapa, dokter bilang ada pengapuran," jelas Aldi.
Ia juga mengungkapkan keterkejutannya setelah mengetahui kondisi tersebut.
"Astaghfirullahaladzim, masih muda ada pengapuran lutut. Ya Allah, lindungi hamba Ya Allah. Nih, ini pengapurannya nih. Bismillah, doain sehat ya, teman-teman," ujarnya.
Apa Itu Pengapuran Lutut?
Dalam dunia medis, pengapuran lutut kerap dikaitkan dengan osteoartritis, yaitu kondisi ketika tulang rawan yang melapisi ujung tulang di persendian mengalami kerusakan secara bertahap.
| Baca Juga: Lutut Sering Nyeri Saat Berdiri atau Naik Tangga? Jangan Anggap Sepele, Bisa Jadi Osteoartritis
Padahal, tulang rawan berfungsi sebagai bantalan agar tulang dapat bergerak dengan lebih mulus.
Dilansir dari Cleveland Clinic, osteoartritis lutut dapat menimbulkan nyeri, kekakuan, pembengkakan, hingga berkurangnya kemampuan menggerakkan sendi.
Kondisi ini lebih umum seiring bertambahnya usia, tetapi usia bukan satu-satunya faktor risiko. Riwayat cedera, berat badan berlebih, serta tekanan berulang pada lutut juga dapat berperan.
Aldi menyebut dokter menjelaskan bahwa penyebab pengapuran bisa beragam, termasuk aktivitas padat dan kelelahan. Namun, keluhan atau hasil rontgen saja tidak cukup untuk memastikan penyebab spesifik yang dialaminya.
| Baca Juga: Nyeri Lutut Jangan Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Gangguan Fungsi Sendi
Dugaan mengenai hubungan kondisi tersebut dengan riwayat kemoterapi Aldi juga belum dapat dipastikan tanpa penjelasan medis lebih lanjut.
Gejala Pengapuran Lutut yang Perlu Dikenali
Selain nyeri saat menekuk lutut seperti yang dialami Aldi, ada sejumlah gejala pengapuran lutut yang perlu diperhatikan, seperti lutut terasa kaku, terutama setelah bangun tidur atau duduk cukup lama.
Sendi juga bisa membengkak atau terasa nyeri saat ditekan, disertai bunyi berderak atau sensasi bergesekan ketika lutut digerakkan.
Seiring waktu, gerakan lutut dapat semakin terbatas, misalnya saat jongkok atau naik turun tangga. Selain itu, lutut bisa terasa lemah atau seperti akan goyah ketika menopang berat badan.
| Baca Juga: Lutut Berbunyi 'Pop' Saat Olahraga? Jangan Diabaikan, Bisa Jadi Ligamen Utama Robek
Gejala tersebut tidak otomatis menandakan osteoartritis karena nyeri lutut juga dapat disebabkan masalah lain.
Jika keluhan menetap, semakin parah, atau mengganggu aktivitas, pemeriksaan dokter diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.
Fisioterapi dan Aktivitas Rendah Benturan Bisa Membantu
Osteoartritis belum memiliki obat yang dapat mengembalikan tulang rawan seperti semula. Meski demikian, penanganan dapat membantu mengurangi nyeri dan menjaga fungsi sendi.
Dilansir dari NHS, latihan yang disesuaikan dengan kondisi pasien, fisioterapi, pengaturan berat badan jika diperlukan, serta obat pereda nyeri sesuai anjuran tenaga medis dapat menjadi bagian dari penanganan.
| Baca Juga: Dua Lutut Cedera dan ACL Putus, Jeff Smith Nekat Syuting 'Lingsir Wengi' Tanpa Obat Pereda Nyeri
Aktivitas seperti berenang atau bersepeda juga bisa dipertimbangkan karena memberi tekanan lebih rendah pada lutut. (*)







