Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

Menurutnya, keberlanjutan ekosistem seni membutuhkan ruang yang memungkinkan para seniman terus berkarya, bereksperimen, dan saling bertukar gagasan dengan berbagai kalangan.

Dukungan terhadap perkembangan seni tari kontemporer juga datang dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menilai bahwa seni tari memiliki potensi besar dalam memperkuat daya tarik pariwisata sekaligus membuka peluang ekonomi bagi para pelaku industri kreatif.

Dalam pesan sambutan tertulisnya, Pramono menyampaikan bahwa perkembangan seni kontemporer dapat menjadi bagian penting dari upaya menjadikan Jakarta sebagai kota global yang memiliki daya saing tidak hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga kebudayaan.

| Baca Juga: Indonesia Dipastikan Absen dari Miss Universe 2026 Imbas Konflik Lisensi

"Bagi Jakarta, tari kontemporer turut membuka peluang untuk memperkuat daya tarik pariwisata, memperluas ruang bagi warga untuk mengembangkan potensi, serta menciptakan kesempatan ekonomi bagi para pelaku kreatif. Upaya ini sejalan dengan visi Jakarta sebagai kota global yang tidak hanya berdaya saing secara ekonomi, tetapi juga tumbuh melalui kreativitas, kebudayaan, dan kolaborasi dengan berbagai komunitas dari seluruh dunia," ungkap Pramono.

Kolaborasi antara pemerintah, komunitas seni, institusi kebudayaan, dan masyarakat pun menjadi salah satu elemen penting untuk menjaga kehidupan seni dan budaya di Jakarta agar terus berkembang.

Salah satu momen istimewa dalam malam pembukaan Indonesian Dance Festival 2026 adalah pemberian Lifetime Achievement Award kepada maestro tari Indonesia, Retno Maruti.

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi panjang Retno Maruti dalam menjaga serta mengembangkan seni tari tradisi Indonesia.

Lifetime Achievement Award kepada Retno Maruti maestro tari Indonesia
Lifetime Achievement Award kepada Retno Maruti, maestro tari Indonesia. Foto: Istimewa

Penari dan juga bintang film ini sebenarnya seorang maestro tari Jawa klasik, selain merupakan seorang penari dan koreografer kreatif dalam mengembangkan tari Jawa klasik. Retno mendirikan sanggar tari Padnecwara pada 1976 dan telah melakukan berbagai pagelaran hampir setiap tahun.

Kehadiran penghargaan ini juga menjadi pengingat bahwa perkembangan tari kontemporer tidak bisa dilepaskan dari perjalanan dan warisan seni tradisi. Pengetahuan, nilai, serta praktik tari yang diwariskan para maestro menjadi fondasi penting bagi generasi seniman berikutnya untuk terus menciptakan inovasi.

Menginjak usia 34 tahun, Indonesian Dance Festival kembali menunjukkan komitmennya dalam merawat ekosistem seni pertunjukan di Indonesia. (*)

1 2 SHOW ALL

Tags: