Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

Tak hanya itu, Kawai juga syuting bahkan dengan menggunakan belatung hidup tanpa bantuan efek CGI.

"Itu belatung beneran! Iya, asli belatung beneran," tegas Kawai

Kedekatan Karakter Hingga Ciptakan Imajinasi

Kawai mengaku memiliki kedekatan emosional dengan karakter tersebut karena sama-sama memahami tanggung jawab sebagai anak perempuan pertama dalam keluarga.

| Baca Juga: Pengakuan Cassandra Lee & Ryuken Lie: Mulai Cinlok Sampai Resmi Nikah Berawal dari Film 'Orang Sebelah'

"Sebagai sesama anak perempuan pertama, rasa tanggung jawab ingin meringankan beban keluarga itu juga sangat relate dan besar di dalam diriku. Jadi ketika memerankan Putri, dasar emosi yang aku bangun berangkat dari pemahaman dan empatiku sebagai anak perempuan pertama," ungkap Kawai.

Ia kemudian mengembangkan karakter Putri melalui imajinasi, terutama untuk menggambarkan seorang perempuan berusia 20 tahun yang sudah memiliki anak, meskipun secara usia dan jiwa masih tergolong muda.

Sutradara Minta Sosok Hantu Putri Tetap Humanis

Tantangan lainnya adalah menggambarkan perubahan Putri setelah menjadi hantu. Awalnya, Kawai mengira karakter tersebut harus sepenuhnya melepaskan sisi kemanusiaannya dan hanya menampilkan emosi mentah.

Namun, setelah berdiskusi dengan sutrasara Rizal Mantovai, ia justru mendapat arahan agar Putri tetap memiliki sisi manusiawi.

"Mas Rizal menjawab, 'Lho, justru harus human. Karena sosok Putri ini sebelumnya adalah manusia biasa yang memiliki cerita, emosi, dan latar belakang keluarga. Jangan sampai kehilangan sisi kemanusiaannya,'" tutup Kawai.

Putri, Jangan Gentayangan Lagi tayang di bioskop mulai 5 November 2026 yang mengangkat kisah nyata almarhumah Amanda R Saputri yang sempat viral melalui siniar Lentera Malam di YouTube.

1 2 3

Tags: