Detik-detik Jet Pribadi Jatuh di Florida, Kopilot Panik Teriak 'Kami Akan Jatuh!'
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleMenurut laporan CBS News pada Senin (2/11/2026), berdasarkan rekaman audio komunikasi ATC yang diperoleh, kopilot Nathalia Gadelha Filgueiras mengatakan, "Mayday, Mayday, kami menukik turun 10.000 kaki per menit."
"Menyatakan keadaan darurat, 722 Bravo Delta, kami mengalami kondisi kecepatan berlebih (overspeed) dan sedang turun dengan kecepatan 20.000 kaki per menit," kata kopilot dengan nada panik.
| Baca Juga: Perusahaan Petrokimia Singapura Tertipu Email Palsu, Uang Rp232 M Berhasil Dikembalikan
Berselang beberapa detik kemudian, kopilot mengatakan mereka tidak memiliki cukup waktu dan pesawatnya akan jatuh. "Kami akan jatuh menghantam tanah!," ucapnya disertai teriakan.
Robert Sumwalt, mantan ketua Dewan Keselamatan Transportasi Nasional (National Transportation Safety Board) sekaligus pakar keselamatan transportasi di CBS News, menjelaskan bahwa penumpukan es, terutama pada sayap, membuat pilot kesulitan untuk mengendalikan pesawat
"Pertama, es menambah beban pesawat. Namun yang lebih penting, es mengganggu aliran udara yang mulus di atas permukaan sayap," jelasnya.
"Gangguan apa pun terhadap aliran udara di bagian atas sayap dapat sangat memengaruhi kinerja aerodinamis pesawat tersebut," tambahnya.
| Baca Juga: Gara-Gara Meme Diktator, Kontrak Kylian Mbappe Diputus Tiga Perusahaan China
Sementara anggota dewan NTSB, Tom Chapman, menyatakan ada indikasi pesawat sudah mulai hancur sebelum menghantam tanah.
Namun demikian, penyebab pasti terjatuhnya Learjet 60 di Florida masih memerlukan investigasi mendalam. (*)







