Detik-detik Jet Pribadi Jatuh di Florida, Kopilot Panik Teriak 'Kami Akan Jatuh!'
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleVIVIA MEDIA — Detik-detik kecelakaan tragis jet pribadi Learjet 60 di kawasan permukiman Greenacres, Palm Beach County, Florida, Amerika Serikat, pada Minggu (1/11/2026), terekam kamera dashboard mobil yang melintas.
Melansir laporan CNN, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 12.50 waktu setempat. Learjet 60 menempuh rute perjalanan dari Austin, Texas, menuju Bahamas.
Dalam video yang beredar luas di media sosial, pesawat terlihat menukik tajam sebelum akhirnya jatuh menghantam tanah hingga menimbulkan ledakan api dan membentuk kawah dalam di jalan raya.
Puing-puing yang terbakar bertaburan di jalanan dan properti warga, serta menutupi akses perumahan. Sekitar 600 warga terpaksa diungsikan karena akses keluar-masuk terblokir.
| Baca Juga: Ramai Pajak Pembalut di Indonesia, Deretan Negara Ini Hapus Pajak Produk Menstruasi
Kecelakaan tersebut dilaporkan menewaskan 9 penumpang, termasuk pilot Jeff Gregory (55), kopilot Nathalia Gadelha Filgueiras (20), dan seorang awak kabin yang belum teridentifikasi.
Sementara dari daftar penumpang, Adam Robinson (45) yang merupakan pengusaha teknologi asal Texas dan istrinya, Helen Sharp (40), serta kedua anak mereka yang masih balita, Emma (4) dan Charlie (2), dinyatakan tewas.
Dua sahabat mereka, Rachael Reed dan Charmi Fehr, dan seorang pengasuh anak, Anita Maria Apellido Cetina, juga menjadi korban dalam kecelakaan tersebut.
Penyebab kecelakaan masih dalam proses investigasi oleh Badan Keselamatan Transportasi Nasional AS (NTSB). Dugaan sementara mengarah pada kemungkinan cuaca buruk.
| Baca Juga: Cerita Ayah Syabila Rizkia, Atlet Selam yang Gugur di Ajang Porprov XVII, Jateng
Pasalnya, sebelum terjatuh, pilot sempat melaporkan kepada pengawas lalu lintas udara (ATC) bahwa ada penumpukan es dan turbulensi tingkat sedang yang membuat pesawat naik-turun hingga 700 kaki.
Tidak lama setelahnya, kopilot mendeklarasikan mayday, sinyal darurat level tertinggi yang menandakan pesawat mengalami kondisi bahaya ekstrem yang mengancam keselamatan jiwa.
Menurut laporan CBS News pada Senin (2/11/2026), berdasarkan rekaman audio komunikasi ATC yang diperoleh, kopilot Nathalia Gadelha Filgueiras mengatakan, "Mayday, Mayday, kami menukik turun 10.000 kaki per menit."
"Menyatakan keadaan darurat, 722 Bravo Delta, kami mengalami kondisi kecepatan berlebih (overspeed) dan sedang turun dengan kecepatan 20.000 kaki per menit," kata kopilot dengan nada panik.
| Baca Juga: Perusahaan Petrokimia Singapura Tertipu Email Palsu, Uang Rp232 M Berhasil Dikembalikan
Berselang beberapa detik kemudian, kopilot mengatakan mereka tidak memiliki cukup waktu dan pesawatnya akan jatuh. "Kami akan jatuh menghantam tanah!," ucapnya disertai teriakan.
Robert Sumwalt, mantan ketua Dewan Keselamatan Transportasi Nasional (National Transportation Safety Board) sekaligus pakar keselamatan transportasi di CBS News, menjelaskan bahwa penumpukan es, terutama pada sayap, membuat pilot kesulitan untuk mengendalikan pesawat
"Pertama, es menambah beban pesawat. Namun yang lebih penting, es mengganggu aliran udara yang mulus di atas permukaan sayap," jelasnya.
"Gangguan apa pun terhadap aliran udara di bagian atas sayap dapat sangat memengaruhi kinerja aerodinamis pesawat tersebut," tambahnya.
| Baca Juga: Gara-Gara Meme Diktator, Kontrak Kylian Mbappe Diputus Tiga Perusahaan China
Sementara anggota dewan NTSB, Tom Chapman, menyatakan ada indikasi pesawat sudah mulai hancur sebelum menghantam tanah.
Namun demikian, penyebab pasti terjatuhnya Learjet 60 di Florida masih memerlukan investigasi mendalam. (*)







