Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

VIVIA MEDIA — Sebagai anak perempuan, Luna Maya merasa hubungannya dengan ibundanya, Desa Maya Waltraud Maiyer, tak selalu harmonis. Perbedaan pendapat, salah paham hingga pertengkaran kecil kerap terjadi.

Namun seiring bertambahnya usia, Luna mulai memahami perjuangan dan sudut pandang ibunya. Dan ketika melihat cerita film Desember Jani, aktris 43 tahun itu merasa relate.

Dia seperti memiliki kedekatan emosional dengan karakter Cijul yang diperankan Chempa Putri. Luna menilai hubungan Cijul dan ibunya, mengingatkannya pada pengalaman pribadi saat tumbuh bersama ibu dan dua kakak lelakinya, Ismael Dully dan Tipi Jabrik.

| Baca Juga: Luna Maya Tegaskan Komentar Memalukan Bukan untuk Raffi Ahmad, Ini Maksudnya

Luna mengungkapkan, dia dibesarkan ibu tunggal setelah ayahnya, Uut Bambang Sugeng meninggal pada November 1995. Kala itu umur Luna baru 12 tahun.

"Ibu saya kan single mother, bapak saya meninggal di usia yang cukup muda, jadi ibu saya dan kedua kakak saya yang ada di situ," ungkap Luna yang menjadi eksekutif produser Desember Jani di Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (5/11/2026).

Menurutnya, perjuangan seorang ibu yang harus bekerja sekaligus mengurus anak bukanlah hal mudah. Membagi waktu, tenaga, dan pikiran untuk memenuhi kebutuhan keluarga menjadi tantangan besar yang kini semakin bisa ia pahami.

| Baca Juga: Usai Gelar Melaspas, Luna Maya Ungkap Alasan Bangun Ulang Rumah di Bali

Bagi Luna, cerita dalam film tersebut bukan sekadar menggambarkan hubungan ibu dan anak, tetapi juga memperlihatkan bagaimana kehilangan sosok ayah dapat mengubah dinamika sebuah keluarga.

”Biasanya daddy's little girl, tiba-tiba nggak ada. Saya juga melihat Chempa juga seperti itu, walau mungkin komposisi di dalam keluarga itu beda, tapi rasanya tuh sama,” tuturnya.

Luna Maya dan pemain Desember Jani (foto Reza Wibisono)
Luna Maya dan pemain Desember Jani (foto Reza Wibisono)

Di sisi lain, Luna juga merasa dekat tokoh lain di Desember Jani itu. Menurutnya, saat ini dia berada dalam usia yang unik, karena belum menjadi seorang ibu. Tapi sudah mulai memahami beban dan perspektif seorang ibu.

| Baca Juga: Masuk Kompetisi Asian Future, 'Desember Jani' Perkenalkan Cerita Empat Perempuan di TIFF 2026

Sementara, banyak teman seusianya yang kini telah memiliki anak remaja seumuran Mika atau Chempa. Mendengar cerita mereka tentang dinamika emosi anak-anak membuat Luna kembali teringat pada masa remajanya.

”Dulu saat masih remaja, penuh gejolak emosi, hormon yang labil, dan pencarian jati diri, kita sering merasa, ’Kenapa sih orangtua nggak paham sama kita?' Terjadilah friksi dan salah paham. Kita menuntut keluarga langsung mengerti tanpa komunikasi," ungkapnya.

Namun, setelah bertambah dewasa, Luna mulai menyadari bahwa ibunya juga memiliki beban dan perjuangan yang tidak selalu bisa dipahami oleh anak-anaknya saat itu. Melalui film ini, Luna melihat berbagai persoalan masa lalu dari sudut pandang yang berbeda.

| Baca Juga: Lewat Film 'Desember Jani', Sigi Wimala dan Hyori Mika Petik Pelajaran Emosional Soal Keluarga

Luna pun bersyukur hubungannya dengan sang ibu telah berkembang menjadi lebih baik dan dewasa. Kesalahpahaman serta konflik yang pernah terjadi ketika dirinya masih remaja kini tidak lagi menjadi bagian dari hubungan mereka.

"Bersyukur hubungan kami sekarang sudah sangat baik dan dewasa, tidak ada lagi fase-fase kabur dari rumah atau salah paham," pungkas Luna.(*)


1 2 SHOW ALL

Tags: