Ruben Onsu Diboikot, Kuasa Hukum Singgung soal Rezeki dan Demokrasi
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleVIVIA MEDIA — Ruben Onsu tengah menghadapi pemboikotan akibat dugaan orientasi seksual yang menyimpang. Kuasa hukumnya, Minola Sebayang, menegaskan hal tersebut tidak akan mempengaruhi pekerjaan kliennya.
Diketahui, Ruben menghadapi pemboikotan oleh massa Aliansi Mahasiswa Penjaga Moral yang menyuarakan protes agar pria itu tak lagi tampil dalam salah satu program TV.
Menanggapi ancaman kehilangan pekerjaan tersebut, Minola menyinggung soal rezeki yang berada di tangan Tuhan.
| Baca Juga: Massa Aksi Demo Tuntut Pemboikotan Ruben Onsu Terungkap Orang Bayaran
“Kapan pun kita bisa kehilangan pekerjaan, kapan pun kita bisa mendapatkan pekerjaan. Jadi artinya kalau misalnya kita ketakutan dengan hal-hal yang tidak pasti seperti itu, maka hidup kita akan penuh dengan ketakutan,” ujar Minola saat ditemui di Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (5/11/2026).
Minola juga meyakini bahwa kehilangan pekerjaan bukan akhir dari segalanya dan pintu rezeki lain pasti akan terbuka untuk kliennya.
“Jadi sudah ada yang ngatur. Jadi kalau memang misalnya rezeki itu adalah rezeki Ruben, maka dia tidak akan pernah kehilangan pekerjaan itu. Kalaupun dia kehilangan pekerjaan itu, berarti Tuhan sudah punya rencana lain untuk rezeki Ruben di tempat lain,” ucapnya.
Ia pun tidak mempermasalahkan aksi tersebut mengingat setiap orang memiliki kebebasan untuk menyampaikan pendapat.
“Ya ini kan negara demokrasi. Ya sepanjang dilakukan dengan aturan yang ada dalam menyampaikan pendapat, ya silakan saja,” kata Minola.
| Baca Juga: Fangfang Bongkar Janji Rp 50 Juta Vicky Prasetyo, Lapor Polisi atas Penelantaran Anak
Dalam kesempatan itu, ia sekaligus memberi pesan bagi massa agar tidak berbuat zalim.
“Tapi ingat, orang yang menzalimi orang lain dan membuat orang lain kehilangan kesempatan dan pekerjaan dengan alasan apa pun, dia juga kan pasti akan mendapatkan balasan,” ucapnya.
Ruben Onsu Diboikot
Sejumlah massa berkumpul di depan gedung sebuah stasiun TV swasta dan menyerukan agar mantan suami Sarwendah Tan tidak tak lagi muncul di layar kaca. Spanduk yang mereka bentangkan menyoroti dugaan pencabulan dan orientasi seksualnya yang menyimpang.
| Baca Juga: Krisdayanti Buka Suara soal Isu Cerai dengan Raul Lemos, Ungkap Fakta Sebenarnya
Aksi tersebut telah diketahui Ruben. Namun ia meyakini bahwa demonstrasi itu didalangi oleh seseorang.
“Ada aje ye, nggak mau kalah berita, pengalihan kesalahan pelaporan. Duduk manis aja tunggu dipanggil. Jangan arogan, nanti ketahuan deh siapa biang keroknya,” tulisnya di Instagram Story, Kamis (5/11/2026).
Tak lama setelahnya, ia menunjukkan bukti bahwa massa aksi pemboikotan tersebut adalah orang bayaran, di mana setiap peserta mendapat uang Rp40 ribu. (*)







