Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

VIVIA MEDIA — Memerankan karakter dalam film horor tidak selalu soal menghadapi adegan menegangkan. Dimas Aditya dan Naura Hakim justru punya tantangan masing-masing saat terlibat dalam film Urang Bunian.

Dimas harus menyesuaikan diri dengan karakter Kapten Teddy, seorang anggota TNI. Sementara Naura Hakim dituntut membawakan karakter Nurmala, gadis desa dengan latar budaya Minangkabau.

Bagi Dimas, salah satu pengalaman yang paling membekas terjadi ketika ia harus beradu akting dengan pemeran Parewa. Sosok tersebut dimainkan aktor panggung sekaligus sastrawan asal Minang.

Dimas mengaku sempat gugup ketika berada dalam satu frame dengan pemeran Parewa. Menurut dia, pengalaman di panggung membuat lawan mainnya memiliki pembawaan yang kuat ketika kamera mulai merekam.

| Baca Juga: Apa Itu Urang Bunian? Urban Legend dari Sumatera yang Diangkat Jadi Film

"Ada satu peran yang dimainkan sama Bang Pinto tadi sebagai Parewa. Sangat berkesan sekali. Mungkin tadi teman-teman tadi lihat yang pertama kali, dia seorang sastrawan juga dari Minang," kata Dimas Aditya.

Ia merasa harus menyesuaikan permainan karena karakter Parewa memiliki energi yang berbeda. Bahkan, Dimas mengaku kehadiran lawan mainnya tersebut sempat membuatnya merasa terintimidasi.

"Jadi memang ketika kita face-to-face di frame sama dia, dia lebih kuat di mungkin di aktor panggung, ya. Tapi akhirnya karena saya belum nonton filmnya, saya penasaran juga pengin lihat," ujarnya.

"Itu sih tantangannya ketika ketemu sama Parewa itu malah saya yang nervous gitu, karena dia punya sense of appearance ketika masuk frame itu yang membuat saya jadi, 'Wah, nih serem ya nih orang,' gitu," lanjut Dimas.

| Baca Juga: Syuting Film 'Urang Bunian' di Sumatera Barat, Dimas Aditya Sulit Nolak Tawaran Makan

Di sisi lain, Naura menghadapi persoalan yang berbeda. Ia harus mempelajari dialek Minang agar karakter Nurmala tidak terdengar seperti orang yang sekadar menirukan logat daerah.

Naura mengaku sebelumnya tidak memahami seperti apa logat yang digunakan dalam percakapan masyarakat setempat. Ia pun harus memperhatikan cara pengucapan dan intonasi agar dialognya terdengar lebih alami.

1 2

Tags: