Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

VIVIA MEDIA — Jepang punya cara tak biasa untuk mengatasi kekurangan tenaga perawat lansia (caregiver).

Sejumlah binaragawan direkrut menjadi pengasuh. Menggunakan kekuatan otot sekaligus perhatian, mereka membantu para penghuni panti menjalani hari-hari mereka.

Mereka tergabung dalam program Macho Care, sebuah inisiatif yang dikembangkan perusahaan pengelola fasilitas perawatan, Visionary Co., Ltd.

| Baca Juga: Martha Tilaar Wafat di Usia 89 Tahun, Putra Sulung Ungkap Penyebabnya

Tujuannya bukan sekadar menyediakan tenaga tambahan, tetapi juga mengubah pandangan anak muda terhadap pekerjaan merawat lansia yang selama ini kerap dianggap berat dan kurang menarik.

Beberapa Macho Care yang siap bertugas.(Foto: Visionary)
Beberapa Macho Care yang siap bertugas.(Foto: Visionary)

Program ini muncul di tengah persoalan demografi Jepang yang semakin mendesak. Jumlah penduduk lanjut usia terus meningkat, sementara angka kelahiran menurun. Akibatnya, kebutuhan akan tenaga perawatan tumbuh ketika jumlah pekerja yang tersedia justru tidak mencukupi.

Dilansir dari situs Tokyo Weekender, Forum Ekonomi Dunia memperkirakan sekitar 40 persen penduduk Jepang akan berusia 65 tahun ke atas pada 2050.

| Baca Juga: In Memoriam Martha Tilaar, Menilik Jejak dan Warisan Sang Maestro Kosmetik Indonesia

Sementara itu, berdasarkan survei Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang, negara tersebut diperkirakan membutuhkan 2,72 juta tenaga perawatan pada 2040, sekitar 600.000 orang lebih banyak daripada jumlah yang tersedia saat ini.

Tim Macho Care dalam salah satu aktivitas di panti jompo.(Foto: Visionary Co., Ltd.)
Tim Macho Care dalam salah satu aktivitas di panti jompo.(Foto: Visionary Co., Ltd.)

Di tengah situasi tersebut, para binaragawan ini menawarkan pendekatan berbeda. Mereka membawa kekuatan fisik, keterampilan latihan otot, dan energi positif ke lingkungan perawatan lansia.

Sebelum program Macho Care dimulai, Visionary mengaku kesulitan mencari tenaga kerja. Presiden perusahaan, Yusuke Niwa, mengatakan kepada Yahoo! Japan bahwa lowongan yang mereka pasang bahkan tidak mendapatkan lamaran maupun pertanyaan dari calon pekerja.

| Baca Juga: Martha Tilaar, Pelopor Industri Kecantikan Indonesia, Berpulang di Usia 89 Tahun

1 2 3 4

Tags: