VIVIA MEDA — Resistensi insulin menjadi salah satu gangguan kesehatan yang semakin banyak dialami orang dewasa di seluruh dunia.

Kondisi itu terjadi ketika sel-sel tubuh tidak lagi merespons insulin secara optimal, sehingga kadar gula darah sulit dikendalikan dan meningkatkan risiko diabetes.

Sebuah meta-analisis yang diterbitkan dalam jurnal Frontiers in Endocrinology pada 2025 menyebutkan sekitar satu dari empat orang dewasa di dunia mengalami resistensi insulin.

Oleh karena itu, ahli gizi sekaligus Certified Diabetes Care and Education Specialist (CDCES), Erin Palinski-Wade merekomendasikan untuk sarapan dalam waktu satu hingga dua jam setelah bangun tidur.

| Baca Juga: Jangan Duduk Terus, Jalan Kaki Setiap 30 Menit Bisa Jaga Tubuh dari Kanker

Sebab, sensitivitas insulin secara alami berada pada kondisi terbaik pada pagi hari.

"Penelitian menunjukkan bahwa sensitivitas insulin secara alami paling tinggi di pagi hari karena mengikuti ritme sirkadian tubuh. Pada waktu tersebut, pankreas, hati, dan otot lebih efisien dalam memproses glukosa," jelas Palinski-Wade, dikutip dari Eating Well.

Katanya, sarapan lebih awal membantu tubuh mengendalikan lonjakan gula darah lebih baik.

Namun tidak hanya soal waktu, melainkan juga rutin sarapan setiap hari. Ahli gizi Patricia Bannan mengatakan sarapan yang teratur membantu menjaga energi dan nafsu makan tetap stabil sepanjang hari.

| Baca Juga: Sering Telat Makan? Waspadai Risiko Batu Empedu

"Melewatkan sarapan atau menunda makan terlalu lama dapat membuat seseorang merasa sangat lapar di kemudian hari sehingga lebih sulit mengontrol porsi makan dan memilih makanan yang ramah terhadap gula darah," ujarnya.

Selain membantu mengontrol gula darah, sarapan juga menjadi kesempatan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi penting seperti protein, serat, dan lemak sehat.

Kombinasi ketiga nutrisi tersebut dapat memperlambat proses pencernaan sehingga kenaikan gula darah berlangsung lebih bertahap.

Penelitian juga menunjukkan bahwa orang yang rutin sarapan umumnya memiliki kualitas pola makan yang lebih baik dibandingkan mereka yang sering melewatkannya.

| Baca Juga: Nebulizer untuk Anak Tak Bisa Disamakan dengan Dewasa, Ini Alasannya

Meski demikian, waktu sarapan hanyalah salah satu faktor dalam menjaga sensitivitas insulin.

Pola makan bergizi seimbang, olahraga teratur, tidur yang cukup, dan menjaga berat badan tetap ideal tetap menjadi kunci utama untuk mencegah diabetes.

Para ahli menyarankan memilih menu sarapan yang seimbang, seperti kacang-kacangan, telur, hingga buah-buahan.

Selain itu, mengonsumsi karbohidrat tinggi serat, seperti, kacang-kacangan, sayuran, dan buah, juga dianjurkan karena membantu memperlambat penyerapan glukosa.

Aktivitas fisik ringan setelah sarapan, seperti berjalan kaki, merapikan rumah, juga dinilai dapat membantu mengendalikan kadar gula darah setelah makan. (*)

1 2 SHOW ALL

Tags: