Salah satu dilema terbesar adalah keinginan seluruh anggota keluarga untuk melindungi perasaan Bu Ambar, yang menjadi pusat dari berbagai persoalan dalam cerita.

“Di atas cinta segitiga itu masih ada konflik yang lebih besar. Kita lebih banyak mikirin perasaan ibu. Jadi itu yang bikin cerita ini menarik karena mixed feeling-nya kuat banget,” ungkap pemeran Yuda/GatotKaca dalam film Satria Dewa: Gatotkaca itu.

Karakter Penuh Kontradiksi

Sebening Cinta juga menjadi penanda kembalinya Fandy Christian ke layar kaca SCTV. Ia mengaku langsung menerima tawaran bermain setelah membaca naskah dan mengetahui jajaran pemain serta tim produksi yang terlibat.

| Baca Juga: Punya Koleksi 17 Ribu Buku, Habib Jafar Bocorkan Karya Favoritnya

“Saya baca ceritanya menarik banget. Jadi enggak ada alasan buat saya menolak project ini,” kata Fandy.

Dalam serial ini, Fandy memerankan Bimo, seorang kakak yang penuh kasih sayang, tetapi menyimpan identitas sebagai mafia sekaligus memendam cinta kepada Bening.

Karakter tersebut mengharuskannya berpindah dari sosok kakak yang hangat menjadi pria yang dipenuhi kemarahan dan rahasia.

“Switch perubahan-perubahan emosi itu cukup menantang,” tandasnya.

Menurut Fandy, tantangan terbesar adalah menjaga keseimbangan emosi Bimo saat berhadapan dengan Banyu.

| Baca Juga: Rayakan Satu Dekade, Intip Bocoran Dokumenter Spesial Reuni Cast Drakor 'Goblin'

“Tantangannya nge-switch karakternya antara benar-benar jadi orang yang tulus atau lagi memendam amarah. Apalagi saat di hadapan Banyu. Sebenarnya Bimo sayang sama adiknya, tapi kadang juga kesel karena sudah dibilangin untuk menjauh dari Bening,” jelas Fandy.

1 2 3 4

Tags: