VIVIA MEDIA — Film keluarga bertema petualangan kini hadir dengan pesan sosial yang kuat. Rumah produksi PANEN Entertainment mempersembahkan film MAJU: Jejak Pahit si Kembang Gula, sebuah karya yang mengangkat isu penyalahgunaan narkotika di kalangan anak-anak dalam balutan aksi, misteri, komedi, dan edukasi.

Disutradarai Franklin Darmadi, film ini berupaya mengingatkan masyarakat bahwa ancaman narkoba kini tidak lagi hanya menyasar orang dewasa, tetapi juga mulai masuk ke lingkungan anak melalui berbagai cara yang semakin sulit dikenali.

"Ceritanya tentang empat anak Pramuka yang sedang mencari lokasi perkemahan untuk Jambore. Tiba-tiba salah satu anak hilang. Di saat yang sama muncul persoalan penyebaran narkoba kepada anak-anak," ujar Franklin saat melakukan visit media di kantor Viviamedia.com baru-baru ini.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena pelaku penyalahgunaan narkoba mulai menyamarkan barang terlarang tersebut ke dalam produk yang akrab dengan kehidupan anak-anak.

| Baca Juga: Film Horor 'Paket Santet' Angkat Teror dari Kiriman Misterius

"Narkoba sekarang sudah bukan hanya dikonsumsi orang dewasa, tapi juga disisipkan ke produk-produk jajanan anak-anak. Itu yang menjadi salah satu konflik utama film ini," jelas Franklin.

Dalam film tersebut, seorang guru Pramuka bersama para muridnya harus mengungkap misteri hilangnya salah satu anggota sekaligus membongkar praktik penyebaran narkoba yang mengancam keselamatan anak-anak.

Salah satu daya tarik film ini adalah penampilan Unang Bagito yang tampil jauh berbeda dari karakter komedi yang selama ini melekat pada dirinya.

Dalam Film MAJU: Jejak Pahit si Kembang Gula, Unang memerankan sosok kepala desa yang bijaksana, berwibawa, dan peduli terhadap masyarakat.

"Karakternya Kepala Desa yang mengayomi masyarakat, bijaksana, peduli dengan warga. Alhamdulillah saya jadi Kepala Desa yang baik," katanya.

Demi membangun karakter tersebut, Unang bahkan melakukan riset langsung dengan berdiskusi bersama teman-temannya yang berprofesi sebagai lurah.

"Saya enggak tahu Kepala Desa seperti apa, jadi saya tanya-tanya sama teman yang jadi lurah. Ternyata tugas utamanya mengayomi masyarakat," tuturnya.

1 2 3

Tags: