| Baca Juga: Rayakan Satu Dekade, Intip Bocoran Dokumenter Spesial Reuni Cast Drakor 'Goblin'

Meski begitu, tantangan terbesar justru datang dari kebiasaan dirinya sebagai komedian. "Kalau komedi kan gestur, cara jalan, cara lari pasti ada lucunya. Nah di sini saya harus tegas, punya wibawa sebagai Kepala Desa," ungkapnya.

Selama proses syuting, Unang mengaku beberapa kali harus diingatkan oleh sang sutradara agar mengurangi gestur komedi yang masih terbawa secara spontan.

"Kadang masih kebawa gestur komedi. Jadi diingatkan, gesturnya kurangin. Saya juga lihat dari monitor."

Pengalaman tersebut menjadi pembelajaran baru bagi Unang dalam memperluas kemampuan aktingnya.

"Saya banyak belajar bagaimana membangun wibawa lewat cara jalan, cara bicara, cara bergerak," ujarnya.

| Baca Juga: Film Supergirl Diperkirakan Rugi hingga Rp2,15 Triliun, Pukulan Bagi Warner Bros

Franklin Darmadi mengaku memang sengaja mengajak Unang keluar dari zona nyamannya. "Pak Unang kita kenal sebagai komedian. Di film ini saya justru ingin dia bermain serius. Tidak ada bercandanya sama sekali. Kalau ingin melihat Pak Unang bermain serius, ya di film ini," kata Franklin.

Tak hanya Unang, aktor Bukie Mansyur juga mendapat pengalaman baru dengan memerankan Pak Wira, seorang guru Bahasa Inggris sekaligus pembina Pramuka. Pak Wira bertugas mendampingi empat muridnya melakukan survei lokasi jambore. Namun perjalanan berubah menjadi misi penyelamatan setelah salah satu murid bernama Bagas menghilang secara misterius.

"Karena ada salah satu murid yang hilang, otomatis itu menjadi tanggung jawab Pak Wira untuk menemukannya," ujar Bukie.

| Baca Juga: Yang Zi Kenang Masa Jadi Figuran, Kini Dapat Julukan 'Ratu Rating'

"Biasanya saya dapat peran anak muda. Kali ini jadi guru muda," katanya lagi.

1 2 3

Tags: