VIVIA MEDIA — Minuman berenergi kerap menjadi pilihan untuk meningkatkan stamina saat berolahraga atau membantu tetap fokus ketika belajar dalam waktu lama.

Namun, di balik manfaat tersebut, konsumsi minuman berenergi juga berpotensi menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan gigi dan mulut.

Dr. Jaineel Parekh, mengatakan banyak orang hanya mengetahui bahwa makanan tinggi gula dapat menyebabkan gigi berlubang.

Padahal, minuman berenergi juga mengandung kadar asam yang dapat memperburuk kesehatan mulut.

Oleh karena itu, masyarakat perlu lebih waspada terhadap risiko yang ditimbulkannya.

| Baca Juga: Mengenal Jahira, Varietas Jahe Merah yang Bisa Jadi 'Ginsengnya' Indonesia

Dikutip dari Hindustan Times, berikut lima alasan mengapa minuman berenergi dapat berdampak negatif pada kesehatan gigi dan mulut:

Kadar Gula Tinggi

Pertama, kandungan gula yang tinggi pada banyak produk minuman berenergi dapat menjadi sumber makanan bagi bakteri di dalam mulut.

Bakteri tersebut menghasilkan asam yang mengikis enamel atau lapisan pelindung terluar gigi sehingga meningkatkan risiko gigi berlubang.

Sifat Asam dari Minuman Berenergi

Kedua, minuman berenergi tetap berisiko meski berlabel bebas gula. Dr. Parekh menjelaskan, sebagian besar produk mengandung asam sitrat dan asam fosfat yang dapat mengikis enamel secara bertahap.

Kerusakan enamel bersifat permanen sehingga tidak dapat tumbuh kembali. Akibatnya, gigi menjadi lebih sensitif, mudah berubah warna, dan rentan mengalami kerusakan.

| Baca Juga: Hal yang Boleh dan Dilarang Dalam Merawat Luka Menurut Para Ahli

Meningkatkan Sensitivitas Gigi

Ketiga, pengikisan enamel menyebabkan lapisan dentin di bawahnya terbuka. Dentin memiliki saluran kecil yang terhubung dengan saraf gigi sehingga paparan makanan atau minuman panas, dingin, manis, maupun asam dapat memicu rasa ngilu.

Konsumsi minuman berenergi secara rutin dapat mempercepat proses tersebut.

Mengurangi Fungsi Air Liur

Keempat, kandungan asam dalam minuman berenergi dapat mengurangi kemampuan air liur dalam melindungi gigi.

Padahal, air liur berfungsi membersihkan sisa makanan, menetralkan asam, serta membantu memperbaiki kerusakan awal pada enamel gigi.

| Baca Juga: Jangan Duduk Terus, Jalan Kaki Setiap 30 Menit Bisa Jaga Tubuh dari Kanker

Paparan Manis dan Asam

Kelima, kebiasaan menyeruput minuman berenergi membuat gigi terus-menerus terpapar gula dan asam. Kondisi tersebut memperpanjang proses pengikisan enamel sekaligus menghambat mulut mengembalikan tingkat keasaman (pH) ke kondisi normal.

Meski demikian, Dr. Parekh menegaskan bahwa konsumsi minuman berenergi tidak harus dihentikan sepenuhnya.

Ia menyarankan agar minuman tersebut dikonsumsi dalam jumlah wajar, diikuti dengan minum air putih, menggunakan sedotan untuk mengurangi kontak langsung dengan gigi. (*)

1 2 3 SHOW ALL

Tags: