Gara-Gara Peran Hantu, Wajah Assila Corina Sempat Rusak Hingga Dua Bulan
VIVIA MEDIA — Selalu ada cerita menarik di setiap produksi film, khususnya yang bergendre horor. Aktris pendatang baru, Assila Corina, membagikan pengalamannya saat memerankan karakter ikonik bernama Sumarni dalam film horor bertajuk 'Sajen Satu Suro'.
Di bawah arahan sutradara Yohanes Gatot Subroto, aktris berusia 23 tahun ini harus merelakan kecantikannya demi transformasi total menjadi sosok hantu yang mengerikan.
Assila mengungkapkan bahwa karakter Sumarni yang ia perankan bukanlah sekadar hantu biasa, melainkan sosok yang menyimpan tragedi kelam.
Sumarni digambarkan sebagai perempuan dari keluarga miskin yang terjebak utang dan terpaksa menikah dengan penguasa desa demi melunasi beban keluarganya. Padahal, ia telah memiliki kekasih hati bernama Mas Aryo.
| Baca Juga: Aisyah Aqilah dan Assila Corina Bongkar Momen Syuting Tersulit 'Sajen Satu Suro'
"Sumarni sebenarnya adalah karakter yang baik, tapi dia menjadi korban keadaan yang akhirnya membuatnya memiliki rasa dendam karena tersakiti," ujar Assila Corina saat kunjungan ke Vivia Media di Jakarta, Selasa (7/7/2026).
"Karena situasi yang sangat menyakitkan itu, Sumarni akhirnya memilih untuk mengakhiri hidupnya dengan cara yang tragis," sambungnya.
Proses Makeup yang Menyiksa: Dua Jam untuk ‘Wajah Berlubang’
Transformasi Assila menjadi Sumarni bukanlah perkara mudah. Untuk mendapatkan tampilan hantu yang meyakinkan, ia harus melewati proses makeup prostetik yang sangat mendetail dan melelahkan. Setiap kali akan memulai syuting, Assila harus bersiap minimal dua jam lebih awal dari kru lainnya.
"Proses makeup-nya luar biasa. Aku harus bersiap minimal dua jam sebelum mulai syuting karena menggunakan bahan lateks yang ditempel ke wajah dan bagian tubuh lainnya," ungkap Assila.
| Baca Juga: Pengalaman Cast Film ‘402 Rumah Sakit Angker Korea’ Rasakan Takut Beneran Saat Syuting
Efek horor tersebut tidak hanya berfokus pada wajah, tetapi juga menjalar hingga ke bagian tangan.
"Bukan cuma muka, tapi tangan juga dibuat detail dengan efek lubang-lubang yang harus dilapisi lateks," tambahnya bintang sinetron Terpaksa Menikahi Tuan Muda ini.
Tantangan fisik yang dihadapi Assila tidak berhenti pada durasi pemasangan. Penggunaan bahan kimia seperti lem dan lateks memberikan efek samping yang mengganggu pernapasannya selama di lokasi syuting.
"Bahan lem dan lateksnya itu baunya cukup menyengat dan bikin sesak nafas. Selain itu, aku harus memakai softlens yang ukurannya sangat besar berwarna merah. Untuk memasangnya saja butuh bantuan dua sampai tiga orang untuk membuka kelopak mata aku," tutur Assila.
Sosok kelahiran 6 Juni 2001 ini juga menambahkan bahwa selama memakai softlens tebal tersebut, pandangannya menjadi buram dan ia dilarang beristirahat demi menjaga keutuhan prostetik.
| Baca Juga: Sana TWICE Debut Aktris, Bintangi Film 'Nyangi' Bareng Aktor Jepang Takeru Satoh
Alami Kerusakan Kulit Parah
Proses syuting film Sajen Satu Suro ini benar-benar menguji ketahanan fisik Assila. Ia menjelaskan bahwa sebelum syuting dimulai, tim produksi telah melakukan pencetakan prostetik khusus yang mengikuti bentuk wajah aslinya.
Meskipun ada cadangan, risiko kerusakan alat sangat tinggi karena kuatnya daya rekat lem yang digunakan.
"Meskipun sudah dibuatkan lubang hidung pada prostetiknya, aku tetap harus menghirup aroma lem dan lateks yang sangat menyengat. Rasanya seperti mabuk lem karena bau kimianya kuat sekali," akunya aktris berdarah Portugal ini.
Puncak penderitaan Assila justru terjadi saat kamera berhenti merekam. Proses pelepasan makeup prostetik ternyata jauh lebih menyakitkan daripada proses pemasangannya. Dibutuhkan setidaknya delapan orang kru untuk menggosok dan membersihkan sisa-sisa lem dari kulit wajah dan lehernya.
| Baca Juga: Buntut Skandal Guo Yuxin, Perilisan Drama ‘The Lament of Autumn’ Terancam Mundur
"Setelah syuting selesai, ada sekitar delapan orang yang membantu membersihkan muka aku. Kulitku digosok-gosok karena lemnya menempel sangat kuat. Akibatnya, kulit wajahku sempat mengalami masalah parah seperti breakout dan bruntusan di seluruh wajah dan leher. Butuh waktu sekitar dua bulan untuk mengembalikan kondisi kulitku seperti semula," jelasnya.
Puas Meski Tak Mengenali Diri Sendiri
Walaupun harus mengalami kerusakan kulit dan perjuangan fisik yang berat, Assila mengaku puas dengan hasil akhir film tersebut. Baginya, perubahan drastis pada penampilannya adalah sebuah keberhasilan dalam seni peran.
"Benar-benar berubah 100 persen. Aku sampai tidak mengenali diriku sendiri di depan cermin. Ada perasaan takut juga melihat wajah sendiri, 'Wah, ternyata aku bisa terlihat semengerikan ini ya," kata Assila menutup perbincangan. (*)







