| Baca Juga: Studi: Mengasuh Anak Ternyata Ampuh Untuk Kesehatan Otak Ayah

Rebecca Oh dari Strong Olive menambahkan, mengatur perjalanan agar tidak boros energi juga bisa mengurangi dampak kelelahan. Misalnya, menghindari jam sibuk atau parkir sedekat mungkin dengan tempat kerja. Kondisi kelelahan akibat perjalanan sering diabaikan.

Prioritaskan tugas penting di jam-jam energi tertinggi. Bahkan di hari yang terasa bugar, jangan memaksakan diri berlebihan karena bisa berujung pada kelelahan berkepanjangan.

Dr. Irene Teo dari NCCS menyarankan mengganti pertemuan tatap muka dengan panggilan video, memilih ruang rapat yang tenang, mendelegasikan tugas, serta menjadwalkan pengobatan di sore hari atau menjelang akhir pekan agar ada waktu pemulihan.

Kenyamanan fisik juga penting. Beverley Yeo dari 365 Cancer Prevention Society (CPS) merekomendasikan bantal penyangga punggung atau sandaran kaki untuk memperlancar sirkulasi dan mengurangi ketegangan fisik.

| Baca Juga: Bantu Cegah Resistensi Insulin, ini Waktu Terbaik Sarapan Menurut Ahli

Dr. Teo mengibaratkan hari kerja sebagai maraton dengan titik istirahat. Yakni dengan peregangan singkat, minum air, atau jeda lima hingga sepuluh menit. Hal itu sudah cukup mendongkrak energi dan suasana hati.

Keterbukaan ke Rekan Kerja

Terkadang membagikan kondisi sakit kepada atasan atau rekan menjadi pilihan yang sulit bagi penderita kanker. Apalagi ketika pekerjaan harus terjeda untuk melakukan kontrol medis. Mau tidak mau, seorang pasien harus cuti untuk memprioritaskan hal tersebut demi kesehatan.

Jika pasien tidak ingin terlalu terbuka, kalimat sederhana seperti “Saya perlu kontrol medis rutin untuk kondisi tertentu” sudah cukup untuk bisa menjaga hubungan dengan mereka.

Menjaga komunikasi terbuka dengan atasan soal beban kerja dan tenggat waktu juga bisa mengurangi risiko cuti sakit disalahartikan sebagai kurang berkomitmen.

| Baca Juga: Hal yang Boleh dan Dilarang Dalam Merawat Luka Menurut Para Ahli

1 2 3

Tags: