VIVIA MEDIA — Aktor dan komedian Aming Sugandi mengungkap fakta mengenai kehidupan pribadinya yang selama ini tertutup rapat. Pria berusia 46 tahun tersebut secara blak-blakan mengakui bahwa dirinya sudah memiliki anak.

Pernyataan ini disampaikan Aming di sela-sela konferensi pers film terbarunya, 'Aku Sebelum Aku', di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (11/7/2026).

“First thing first, saya mau ngomong saya sudah punya anak kok,” kata Aming di hadapan awak media.

Meski membuat pengakuan yang mengagetkan publik, mantan suami Eveline Nada Anjani tersebut enggan merinci lebih jauh mengenai identitas buah hati. Aming memilih untuk merahasiakan jumlah anak, jenis kelamin, hingga usia mereka. Ia juga sama sekali tidak menyinggung status pernikahannya saat ini.

| Baca Juga: Aura Kasih Bantah Jadi Ibu Biologis Anak Angkat Ridwan Kamil, Unggah Bukti Ini

“Tapi itu biar jadi my own privacy aja. Pokoknya, it takes a village ya untuk kita membesarkan anak-anak kita. Dan bukan cuma itu aja ya, peran lingkungan juga kan penting sekali, termasuk bukan cuma guru doang, sepupu, saudara, keluarga, tapi semuanya,” jelasnya lebih lanjut.

Refleksi Pola Asuh dan Regulasi Emosi

Keterlibatan Aming dalam film 'Aku Sebelum Aku' tampaknya menjadi pemantik baginya untuk berbicara soal dinamika hubungan orang tua dan anak. Menurut Aming, lingkungan merupakan variabel krusial bagi tumbuh kembang seorang anak dalam menemukan jati diri.

Sosok kelahiran Bandung, 7 November 1980 ini menekankan bahwa seorang anak tidak akan mampu mengatasi masalahnya sendirian tanpa dukungan sistem di sekitarnya.

Aming mengaku banyak belajar dari naskah film ini, terutama mengenai pentingnya pendampingan orang tua dalam mengedukasi anak tentang regulasi emosi. Dia mencontohkan karakter Jati dalam film tersebut yang memiliki kemarahan terpendam, namun tidak tahu cara menyalurkannya.

| Baca Juga: Anak Disebut Juling, Erika Carlina Langsung Bawa Baby Andrew ke Dokter Mata

“Saya juga pernah berada di posisi itu dulu, dan ketika aku nonton film ini kayak aku sudah belajar banyak hal,” ungkapnya.

Tantangan Perankan Karakter Guru Kembar

Dalam film 'Aku Sebelum Aku', Aming mendapatkan tantangan akting yang tidak biasa. Dia dipercaya memerankan dua karakter sekaligus yang merupakan saudara kembar, yakni Pak Zai dan Pak Junet. Keduanya memiliki kepribadian yang bertolak belakang meski sama-sama berprofesi sebagai pendidik.

Aming menjelaskan bahwa Pak Zai adalah seorang guru agama yang memiliki sifat tawadhu, kalem, berbicara lembut (soft-spoken), dengan gestur tubuh yang lebih merunduk. Sebaliknya, Pak Junet digambarkan sebagai guru olahraga yang lebih tegas, bersuara lantang (outspoken), dan lugas.

“Jarang sekali saya yang biasanya petakilan atau pecicilan tiba-tiba harus memerankan tipe guru yang bener-bener sudah accept, sudah ikhlas terhadap hidup. Itu kesulitan yang saya alami, tapi merupakan tantangan yang sangat menarik,” kata bintang film Ghost In The Cell itu.

Proses pendalaman karakter ini dilakukan melalui sesi reading dan workshop intensif bersama sutradara Gina S. Noer, yang telah menyiapkan lembar karakter (character sheet) mendalam untuk membantu Aming membedakan kedua tokoh tersebut secara detail.

Trauma Masa Lalu dan Sosok Guru BP

Pengakuan Aming tentang anak dan perannya sebagai guru yang mengayomi ternyata berakar dari pengalaman pribadinya yang kelam. Ia mengungkapkan bahwa saat masa sekolah dulu, ia adalah sosok anak yang sangat bandel akibat masalah keluarga (family issues) yang dialaminya.

“Pelampiasan saya dulu adalah karena saya tidak tahu cara meregulasi emosi saya. Saya tidak tahu cara 'menjinakkan' sisi liar dalam diri saya, sehingga saya sering bertindak bandel sebagai bentuk kemarahan,” kenang Aming.

Titik balik hidupnya terjadi berkat arahan seorang guru BP yang mengajaknya berdiskusi dengan tenang. Aming mengingat pesan guru tersebut yang memintanya untuk berhenti merasa lelah karena terus marah dan mulai menerima ketidaknyamanan hidup sebagai sebuah proses.

| Baca Juga: 'Ghost Buzzer: Antar Aku Pulang' Jadi Film Horor Misteri yang Ramah Anak

"Beliau mengajak saya mengobrol tenang, dia bilang begini: 'Ming, marah-marah itu capek. Daripada marah terus, mending kamu berusaha menerima semua ketidaknyamanan dalam hidup kamu. Nggak usah buru-buru memaafkan, itu semua proses. Nikmati saja prosesnya, pasti ada saat di mana semuanya bakal selesai dan baik-baik saja," kenang Aming.

Pesan itulah yang hingga kini ia terapkan dalam kehidupan nyata, termasuk dalam perannya sebagai orang tua.

"Ucapan beliau itulah yang membantu saya bisa meregulasi emosi saya sampai sekarang. Jadi itu memang pengalaman pribadi saya," imbuhnya.

Pesan Moral: Tidak Ada Anak Durhaka Tanpa Sebab

Dalam kesempatan itu, Aming memberikan pandangan kritis mengenai konsep hubungan keluarga. Ia berpendapat bahwa dalam keluarga harus ada kesetaraan dan rasa saling belajar, tanpa ada pihak yang merasa lebih tinggi atau lebih benar.

| Baca Juga: Akting Depan Kamera, Faris Fadjar Akui Beban Berat Jadi Anak Aktor Laga Cecep Arif Rahman

“Nggak ada istilah kasarnya anak durhaka, bisa juga orang tuanya durhaka ya. Siapa tahu orang tua yang durhaka juga itu bagian dari kedurhakaan yang diwariskan oleh generasi sebelumnya. Keluarga itu harus saling memberikan rasa aman dan nyaman,” pungkasnya.

Film "Aku Sebelum Aku" yang akan tayang di Netflix pada 16 Juli 2026, menceritakan tentang Jati (Bima Sena), seorang remaja berprestasi yang mengalami serangan panik. Hal ini terjadi karena tekanan berat dari sang ayah, Pak Jaya (Ringgo Agus Rahman). Jati harus berjuang menemukan jati dirinya sambil memperbaiki hubungan keluarganya yang retak. (*)

1 2 3 SHOW ALL

Tags: