Lebih jauh, Carissa menyebut bahwa isu yang diangkat sangat relevan dengan realita perempuan.

"Sebagai wanita, kita mengalami banyak kekerasan dan ketidakadilan (violence and injustice). Jadi, aku tidak perlu mencari referensi jauh-jauh, dari pengalaman pribadi dan cerita teman-teman pun sudah ada," ungkapnya.

Peran 'Bom Waktu' Sofia

Anantya Kirana, yang memerankan karakter Sofia, menggambarkan perannya sebagai sosok yang sangat misterius dengan latar belakang yang kelam. Sofia diceritakan memiliki keterbelakangan sosial dan kondisi mental yang rusak akibat trauma domestik yang dialaminya di rumah.

| Baca Juga: Poster Film 'Paket Santet' Bikin Kaget, Wajah Yasamin Jasem Hancur dan Bengkak

"Karakter Sofia ini seperti bom waktu yang akhirnya meledak. Dia memiliki keterbelakangan sosial dan mentalnya rusak karena apa yang terjadi di rumahnya," jelas Anantya pada kesempatan yang sama.

Bagi bintang muda 16 tahun ini, film Sofia menuntut persiapan mental yang jauh lebih besar dibandingkan film-film bergenre serupa yang pernah ia bintangi sebelumnya. Secara teknis, ia juga harus menjalani transformasi fisik yang drastis.

Anantya mengungkapkan bahwa hampir seluruh adegannya melibatkan penggunaan efek visual (VFX) dan prosthetic makeup.

"Ini pertama kalinya aku memerankan karakter seperti ini. Perubahannya sangat signifikan, mulai dari muka, cara berbicara, hingga cara berjalan. Benar-benar berbeda dari diri aku biasanya," tuturnya.

| Baca Juga: Ada Lagu ‘MBG’ di Film Cek Khodam, Sutradara Beri Penjelasan Ini

Skrip Paling Sadis dan Arahan Sutradara yang 'Di Luar Nalar'

Kedua aktris ini sepakat bahwa naskah film Sofia adalah salah satu yang paling mengerikan yang pernah mereka baca. Carissa bahkan melabeli skrip ini sebagai salah satu yang 'paling sadis'. Anantya pun mengaku sempat merinding saat pertama kali menjalani proses pembacaan naskah (reading).

1 2 3

Tags: