VIVIA MEDIA — Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan, konsultasi genetik kini menjadi salah satu langkah preventif yang semakin mendapat perhatian.

Tak hanya membantu mendeteksi risiko penyakit keturunan, layanan ini juga membuka peluang intervensi medis lebih dini sehingga berbagai penyakit serius, termasuk kanker, dapat dicegah atau ditangani sejak awal.

Genetic Counsellor dari LohGuanLye Specialists Centre, Master of Medical Sciences (Genetic Counselling) (UKM) Ms. Cheah Yee Ling, menjelaskan bahwa perkembangan dunia kedokteran telah memasuki era personalized medicine, yakni pengobatan yang disesuaikan dengan profil genetik setiap individu.

"Kalau kami tahu seseorang punya faktor genetik tertentu, kami bisa memahami kondisi kesehatannya secara menyeluruh, bukan hanya mengobati gejalanya satu per satu," ujar Cheah Yee Ling kepada Vivia Media di kawasan Slipi, Jakarta Barat, beberapa waktu lalu.

| Baca Juga: Annisa Pohan Minta Anak Muda Waspada, Usia Produktif Kian Rawan Sakit Jantung

Menurutnya, selama ini banyak penyakit ditangani secara terpisah. Misalnya, gangguan pendengaran dan penyakit ginjal dianggap dua kondisi berbeda, padahal dalam sejumlah kasus keduanya bisa berasal dari satu kelainan genetik yang sama.

Dengan mengetahui akar penyebabnya melalui pemeriksaan DNA, dokter dapat memberikan terapi yang lebih tepat sasaran dan sesuai dengan kondisi masing-masing pasien.

Salah satu manfaat terbesar konsultasi genetik adalah mengidentifikasi risiko kanker yang diwariskan dalam keluarga.

Cheah Yee Ling mencontohkan Hereditary Breast and Ovarian Cancer (HBOC) yang disebabkan oleh mutasi gen BRCA1. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kanker payudara hingga mencapai 87 persen.

| Baca Juga: Jangan Duduk Terus, Jalan Kaki Setiap 30 Menit Bisa Jaga Tubuh dari Kanker

Ia menyinggung kisah aktris Hollywood Angelina Jolie yang memutuskan menjalani tindakan medis preventif setelah diketahui memiliki mutasi gen BRCA1.

"Bila kami tahu penyebab genetiknya, kami bukan hanya memantau kanker payudara, tetapi juga ovarium karena keduanya saling berkaitan. Dengan begitu kami bisa merancang langkah pencegahan maupun pengobatan yang lebih tepat," jelasnya.

1 2 3

Tags: