Mengenal Melasma, Gangguan Kulit Kronis yang Sering Disalahpahami
"Hasil penelitian menunjukkan sekitar 61,3 persen penderita melasma mengalami gangguan psikologis yang memengaruhi kehidupan sehari-hari. Karena itu, melasma tidak bisa dianggap hanya sebagai masalah kosmetik," katanya.
Pengalaman ini juga dirasakan Margaret Vivi, penyintas melasma. Awalnya ia mengira bercak di wajahnya hanyalah flek biasa. Namun noda tersebut tak kunjung memudar dan mulai memengaruhi kepercayaan dirinya.
"Awalnya saya mengira ini hanya flek biasa. Lama-kelamaan saya jadi kurang percaya diri karena nodanya tidak kunjung memudar. Setelah berkonsultasi dengan dokter, saya baru memahami bahwa melasma memang membutuhkan penanganan yang tepat dan konsisten," tuturnya.
Karena kompleksitas mekanismenya, semakin dini melasma dikenali dan ditangani secara tepat, semakin besar peluang untuk mengendalikan penyakit ini sekaligus mencegah kekambuhannya. (*)







