2. Dinding lembap dan jamur

Area lembap di belakang furnitur, kamar mandi, langit-langit, atau sekitar pendingin ruangan berisiko menjadi tempat tumbuhnya jamur.

Paparan jamur dan bau apek dapat mengiritasi saluran pernapasan sehingga memicu batuk berkepanjangan, iritasi tenggorokan, mengi, hingga membuat gejala asma lebih sulit dikendalikan meski sudah menjalani pengobatan.

3. Wewangian dan asap dalam ruangan

Berbagai produk beraroma seperti dupa, pengharum ruangan, lilin aromaterapi, obat nyamuk, kapur barus, hingga cairan pembersih dengan aroma menyengat juga dapat menjadi pemicu asma.

Selain itu, asap yang dihasilkan dari aktivitas memasak di rumah dapat memperburuk iritasi pada saluran napas.

| Baca Juga: Ternyata ini Penyebab Selebgram Larissa Chou Gugat Cerai Ikram Rosadi

4. Hewan peliharaan

Tidak semua penderita asma sensitif terhadap hewan peliharaan. Namun, protein yang terdapat pada serpihan kulit, air liur, atau bulu hewan dapat memicu reaksi alergi dan memperburuk gejala asma pada sebagian orang.

Karena paparan terjadi setiap hari, hubungan antara hewan peliharaan dan kambuhnya asma sering kali tidak langsung disadari oleh pemiliknya.

5. AC yang jarang dibersihkan

Filter AC yang kotor dapat menyebarkan debu, alergen, dan partikel iritan ke seluruh ruangan. Akibatnya, penderita asma lebih berisiko mengalami kambuh apabila pendingin ruangan tidak dirawat secara rutin. (*)

1 2 SHOW ALL

Tags: