Bukan Hanya Polusi, Ini 5 Pemicu Asma yang Berasal dari dalam Rumah
VIVIA MEDIA — Gejala asma yang kerap muncul saat malam atau pagi hari tak selalu dipicu polusi udara di luar rumah. Dalam banyak kasus, pemicu asma justru berasal dari lingkungan di dalam tempat tinggal yang sering luput dari perhatian.
Penderita asma yang mengalami batuk, mengi (suara siulan yang muncul saat bernapas), atau sesak napas berulang sebaiknya mulai memperhatikan kondisi huniannya.
Jika gejala asma membaik di luar tetapi kambuh di rumah, kemungkinan ada pemicu di dalam tempat tinggal yang perlu dicari dan diatasi.
Kepala Departemen Pulmonologi dan Gangguan Tidur Rumah Sakit Arete, dr. Nalini Nagalla, mengatakan sebagian besar pasien tidak menyadari rumah mereka menjadi sumber kekambuhan asma.
| Baca Juga: Gaya Hidup dan Ketidakseimbangan Hormon di Balik Meningkatnya Kasus Kanker Endometrium
"Pasien sering terkejut mengetahui batuk, mengi, atau sesak napas mereka justru memburuk pada malam hari, pagi hari, atau setelah menghabiskan waktu lama di dalam ruangan," ujarnya seperti dikutip dari Hindustan Times pada Jumat (17/7/2026).
Berikut lima pemicu asma di dalam rumah yang perlu diwaspadai.
1. Tungau debu di kamar tidur
Kamar tidur menjadi salah satu tempat dengan risiko paparan alergen paling tinggi. Tungau debu dapat berkembang di kasur, bantal, gorden, karpet, boneka, hingga furnitur berlapis kain.
Meski tidak terlihat oleh mata, tungau debu dapat memicu reaksi alergi yang memperburuk asma.
Paparan selama berjam-jam saat tidur dapat menyebabkan bersin saat bangun, hidung tersumbat, batuk pada malam hari, hingga dada terasa sesak.
| Baca Juga: Konsumsi Yogurt Jadi Andalan Gaya Hidup Sehat Pevita Pearce
2. Dinding lembap dan jamur
Area lembap di belakang furnitur, kamar mandi, langit-langit, atau sekitar pendingin ruangan berisiko menjadi tempat tumbuhnya jamur.
Paparan jamur dan bau apek dapat mengiritasi saluran pernapasan sehingga memicu batuk berkepanjangan, iritasi tenggorokan, mengi, hingga membuat gejala asma lebih sulit dikendalikan meski sudah menjalani pengobatan.
3. Wewangian dan asap dalam ruangan
Berbagai produk beraroma seperti dupa, pengharum ruangan, lilin aromaterapi, obat nyamuk, kapur barus, hingga cairan pembersih dengan aroma menyengat juga dapat menjadi pemicu asma.
Selain itu, asap yang dihasilkan dari aktivitas memasak di rumah dapat memperburuk iritasi pada saluran napas.
| Baca Juga: Ternyata ini Penyebab Selebgram Larissa Chou Gugat Cerai Ikram Rosadi
4. Hewan peliharaan
Tidak semua penderita asma sensitif terhadap hewan peliharaan. Namun, protein yang terdapat pada serpihan kulit, air liur, atau bulu hewan dapat memicu reaksi alergi dan memperburuk gejala asma pada sebagian orang.
Karena paparan terjadi setiap hari, hubungan antara hewan peliharaan dan kambuhnya asma sering kali tidak langsung disadari oleh pemiliknya.
5. AC yang jarang dibersihkan
Filter AC yang kotor dapat menyebarkan debu, alergen, dan partikel iritan ke seluruh ruangan. Akibatnya, penderita asma lebih berisiko mengalami kambuh apabila pendingin ruangan tidak dirawat secara rutin. (*)







