Mata Katarak Tak Perlu Menunggu Parah, Deteksi Dini Perbesar Peluang Sembuh
“Padahal, penurunan penglihatan akibat katarak bukan sesuatu yang harus diterima begitu saja. Pemeriksaan mata secara berkala, terutama pada usia lanjut dan mereka yang memiliki faktor risiko seperti diabetes, penting dilakukan agar kondisi dapat terdeteksi lebih dini dan waktu penanganan dapat ditentukan secara tepat,” ujar dr. Kukuh saat bakti sosial operasi katarak di Klinik Utama Mata JEC ANWARI Purwokerto beberapa waktu lalu.
Operasi Menjadi Penanganan Utama
Berbeda dengan berbagai penyebab kebutaan lainnya, gangguan penglihatan akibat katarak pada dasarnya dapat diatasi melalui tindakan operasi. Pada prosedur tersebut, lensa mata yang telah keruh diangkat dan digantikan dengan lensa tanam buatan (intraocular lens atau IOL).
| Baca Juga: Tak Semua Makanan Fermentasi Menyehatkan, Ini Tips Memilihnya
Perkembangan teknologi juga memungkinkan operasi katarak dilakukan dengan tingkat presisi yang semakin baik. Meski demikian, keberhasilan penanganan tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga oleh pemeriksaan menyeluruh sebelum operasi, pemilihan waktu tindakan yang sesuai, serta tindak lanjut setelah operasi.
Menurut dr. Kukuh, keputusan untuk menjalani operasi tidak ditentukan berdasarkan tingkat ‘kematangan’ katarak semata, melainkan mempertimbangkan kondisi mata dan sejauh mana gangguan penglihatan telah memengaruhi aktivitas pasien.
“Banyak masyarakat masih menunggu hingga penglihatannya sangat buruk karena menganggap katarak harus benar-benar matang sebelum dioperasi. Padahal, keputusan operasi ditentukan berdasarkan indikasi medis dan kebutuhan visual pasien. Semakin cepat pasien mendapatkan evaluasi oleh dokter spesialis mata, semakin baik peluang untuk mempertahankan kualitas penglihatannya,” kata dr. Kukuh.
Memperluas Akses Pelayanan
Selain meningkatkan kesadaran masyarakat, upaya menurunkan angka kebutaan akibat katarak juga memerlukan akses yang lebih luas terhadap layanan pemeriksaan dan operasi.
| Baca Juga: Waspada! Sering Taruh Laptop di Paha dan Simpan HP di Saku Celana Bisa Ganggu Kesuburan Pria
Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui Bulan Bakti PERDAMI 2026 yang mengusung tema “Satu Hari Sejuta Harapan untuk Indonesia Kembali Melihat, One Doctor One Sight.” Di berbagai daerah, kegiatan ini menghadirkan pelayanan operasi katarak bagi masyarakat yang membutuhkan.
Dr. Kukuh mengatakan, kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu lebih banyak masyarakat memperoleh layanan penanganan katarak secara tepat waktu.







