Barista Kini Tak Hanya Jago Meracik, Kemampuan Bercerita Soal Kopi Juga Penting
VIVIA MEDIA — Profesi barista kini tak lagi identik hanya dengan keahlian teknis menyeduh kopi. Pemahaman mereka soal perjalanan kopi dari kebun hingga cangkir juga menjadi standar pemahaman para peracik kopi tersebut.
Dalam Starbucks Barista Championship 2026 yang digelar 17–19 Juli 2026 di Lippo Mall Kemang, Jakarta, mereka tidak lagi cukup hanya piawai mengoperasikan mesin kopi. Seorang barista juga dituntut memahami asal-usul kopi, mengenali proses budidayanya, hingga mampu menjelaskan bagaimana setiap tahapan memengaruhi karakter rasa yang akhirnya dinikmati pelanggan.
President Director PT Sari Coffee Indonesia, Anthony McEvoy, mengatakan standar kompetensi barista kini lebih luas. “Para barista yang menjadi peserta harus menunjukkan pengetahuan kopi yang lebih holistik. Mereka harus memahami bagaimana kopi tumbuh, diproses, dipanggang, hingga akhirnya berada di dalam cangkir,” ujarnya.
Ketika Barista Menjadi Pencerita
Menurut Anthony, kemampuan bercerita kini menjadi bagian penting profesi barista. “Berbicara tentang pertanian, proses industri, atau tekanan mesin espresso mungkin tidak menarik bagi semua orang. Tetapi ketika semua itu disampaikan melalui cerita, orang akan lebih mudah memahami dan merasa terhubung,” katanya.
| Baca Juga: Bekal Makan ke Sekolah Bisa Jadi Bahasa Cinta Orangtua untuk Anak
Mereka tidak lagi hanya bertugas menyajikan minuman, tetapi juga menjadi penghubung antara pelanggan dengan perjalanan panjang yang tersembunyi di balik secangkir kopi.
Konsumen kini semakin ingin mengetahui dari mana kopi berasal, bagaimana proses produksinya, hingga siapa saja yang terlibat di balik setiap cangkir yang mereka nikmati.
Indonesia Punya Cerita yang Sulit Ditiru
Sebagai salah satu penghasil kopi terbesar dunia, Indonesia memiliki keragaman rasa dari Aceh, Sumatra, Jawa, Toraja, hingga Papua. “Indonesia memiliki banyak hal yang bisa diceritakan. Ada berbagai jenis kopi, berbagai rasa, dan budaya yang berbeda,” kata Anthony.
Ia menambahkan bahwa barista Indonesia telah membuktikan diri di kompetisi internasional.
| Baca Juga: Makanan Sehat Tidak Harus Mahal, Olahan Khas Lokal nan Murah Kerap Diabaikan
1 2






