Kadek Seina: Dari Menulis Skrip Menuju Kompetisi Barista Asia Pasifik
VIVIA MEDIA — Setelah melalui rangkaian penilaian yang ketat, Starbucks Barista Championship 2026 akhirnya menemukan juaranya. Kadek Seina Febrian Maputra dinobatkan sebagai juara pertama, mengungguli Geralda Putri Rosari di posisi kedua dan Nabilah Samira Yahya di posisi ketiga.
Kemenangan ini sekaligus mengantarkan Seina menjadi wakil Starbucks Indonesia menuju kompetisi barista kopi yang lebih tinggi. Yakni Regional Barista Championship tingkat Asia Pasifik di Manila, Filipina.
“Tantangan terbesar sebenarnya adalah konsistensi. Setiap latihan selalu ada ups and downs. Saya harus terus mengevaluasi resep, teknik, dan timing agar bisa memberikan hasil terbaik,” ujar Seina di sela Winner Announcement & Exclusive Interview with Winner Starbucks Barista Championship 2026 di Lippo Mall Kemang, Jakarta, Minggu (19/7).
Sebagai juara pertama, ia membawa pulang hadiah senilai sekitar Rp18 juta, mulai dari uang tunai, hand grinder, tablet, induction portable, langganan Modena selama satu tahun, hingga perlengkapan Hario V60 dengan Drip Assist.
| Baca Juga: Barista Kini Tak Hanya Jago Meracik, Kemampuan Bercerita Soal Kopi Juga Penting
Perjalanan Menuju Podium
Seina bergabung dengan Starbucks pada Agustus 2023 di Bali Discovery Mall. Pada Mei 2024, ia meraih sertifikasi Coffee Master, lalu menyusul posisi kedua dalam Coffee Storytelling Competition tingkat District 18 Bali di tahun yang sama.
Ia kemudian dipercaya menjadi full-time barista di Starbucks Reserve Dewata, tempat ia semakin mendalami specialty coffee dan mengasah kreativitasnya.
Senior Manager Coffee Partner Engagement Starbucks Coffee Indonesia, Felicia, menyebut jalan Seina menuju gelar nasional bukan proses instan. Peserta harus melewati seleksi berjenjang dari tingkat toko, distrik, regional, hingga nasional.
“Yang membuat kami bangga, mereka datang membawa cerita perjuangan panjang. Kami sangat terkesan dengan persiapan Seina yang detail dan konsisten memperbaiki diri,” kata Felicia.
| Baca Juga: Marlina Chlara Sesa, Wanita Papua Pertama yang Kantongi Lisensi Pesawat Airbus A320
“Plot Twist”: Kopi yang Bercerita
Kemenangan Seina lahir dari sebuah kreasi bernama “Plot Twist”. Itu adalah minuman yang terinspirasi dari pengalamannya di dunia kreatif sebelum menjadi barista, saat ia sempat menulis skrip dan bekerja di balik kamera.
“Sebelum menjadi barista, saya memiliki pengalaman di dunia kreatif. Dari sana saya belajar bahwa sebuah cerita bisa memberikan kejutan. Itu yang kemudian saya tuangkan dalam minuman Plot Twist,” ujarnya.
Ketika merasakan Plot Twist, penikmat kopi akan merasakan karakter yang lembut dan nyaman. Namun, setelah beberapa saat, muncul sensasi berbeda yang memberikan kejutan.
Sebuah perubahan rasa yang tidak terduga, tetapi tetap berada dalam harmoni.
| Baca Juga: Avip Priatna dan The Resonanz Children’s Choir Wakili Indonesia ke Final European Grand Prix 2027
“Seperti sebuah film, awalnya terasa smooth, kemudian muncul perubahan yang membuat kita berpikir, ‘ke mana arah ceritanya?’ Tetapi pada akhirnya semuanya tetap menyatu dan memberikan pengalaman yang menyenangkan,” jelasnya.
Bagi Seina, itulah esensi dari sebuah kreasi kopi: bukan hanya memberikan rasa, tetapi juga membangun pengalaman.
Baginya, kopi Bali yang ia gunakan dalam kompetisi nasional baru permulaan. Ia ingin memperdalam eksplorasi terhadap kopi-kopi Indonesia lain di kompetisi Manila mendatang.

“Indonesia punya banyak sekali cerita kopi yang bisa disampaikan. Sebagai negara produsen, kita memiliki banyak hal yang bisa kita bagikan,” ujar Seina.
| Baca Juga: Avip Priatna dan The Resonanz Children’s Choir Wakili Indonesia ke Final European Grand Prix 2027
Menyiapkan Langkah ke Manila
Di Manila, Seina akan bersaing dengan barista terbaik se-Asia Pasifik, termasuk dari Jepang dan Malaysia yang dikenal memiliki persiapan matang. Felicia mengatakan tim akan memberikan pendampingan penuh, mulai dari evaluasi teknis hingga penguatan cara Seina menyampaikan cerita dan konsep.
“Persaingan tentu tidak mudah. Kami harus terus meningkatkan kemampuan dan tidak boleh berhenti belajar,” kata Felicia.
Bagi Seina, kemenangan ini bukan hanya soal dirinya. Ia berharap pencapaiannya menginspirasi lebih banyak barista Indonesia untuk berani mengeksplorasi kekayaan kopi Tanah Air dan membawa cerita itu ke panggung dunia.
“Saya berharap kompetisi ini bisa membuat teman-teman barista Indonesia semakin penasaran dengan kopi yang ada di Indonesia,” tuturnya. (*)







