Misi Lari 21 Km Penyintas Thalassemia, Demi Sebarkan Edukasi soal Penyakit Darah Genetik
VIVIA MEDIA — Penyintas thalassemia, Stanley Joewono, sukses menarik perhatian netizen usai mengumumkan bahwa ia akan mengikuti half marathon sejauh 21 km.
Bukan hanya untuk gaya-gayaan, ia membawa misi penting untuk mencegah dan mengedukasi masyarakat mengenai kelainan darah genetik yang diidapnya.
Sebagai informasi, Thalassemia adalah kelainan yang membuat tubuh tidak bisa memproduksi hemoglobin dalam jumlah dan kualitas yang baik. Karenanya, penyintas akan mengalami anemia alias kurang darah.
| Baca Juga: Kisah Pelampung Kakek Umar untuk Cucu di Tragedi Tenggelamnya KM Nurul Salsa
Penyakit itu sendiri tidak menular, tapi diturunkan dari kedua orangtua yang membawa gen Thalassemia.
Stanley Joewono sendiri mengidap Thalassemia tipe Beta Mayor yang membuatnya harus menjalani transfusi darah secara rutin seumur hidup.
Ia divonis mengidap kelainan tersebut sejak berusia 8 bulan. Hingga kini ia berusia 38 tahun, pria asal Tangerang itu sudah mendapat transfusi darah sebanyak sekitar 300 kali.
Meski demikian, hal tersebut tidak membatasi ruang geraknya untuk berolahraga.
Di unggahan Instagram pribadinya, ia menuturkan baru mulai menggeluti olahraga lari sekitar dua tahun lalu. Saat itu targetnya tidak muluk-muluk, yaitu hanya 3 km.
| Baca Juga: 4 Kali Gagal Bayi Tabung, Denny Sumargo Minta Istri Berhenti Berjuang
Stanley mengatakan, lari dan Thalassemia adalah dua hal yang bertentangan. Mereka yang mengidap tipe Beta Mayor memerlukan perhatian medis yang ketat jika ingin melakukan maraton.
Saat melakukan olahraga berat, beban kerja jantung dan risiko kekurangan oksigen mereka jadi lebih besar.
Namun lewat aksinya, Stanley ingin membuktikan bahwa penyintas Thalassemia juga bisa menjadi sosok yang menginspirasi.
Untuk membuktikannya, ia akan mengikuti Virgin Half Marathon Jakarta Running Festival 2026 yang akan digelar pada 24 Oktober mendatang.
“Kalau saya bisa berlari sejauh 21 kilometer, saya percaya kita semua juga bisa mengambil langkah sederhana untuk mencegah Thalassemia,” ungkapnya, dilansir pada Jumat (24/7/2026).
| Baca Juga: Sempat Diremehkan, Alexandra Adams Jadi Dokter Tuli-Buta Inggris Pertama
Tidak hanya berlari, Stanley Joewono juga membawa misi penting untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya skrining penyakit tersebut.
Harapannya, semakin cepat terdeteksi, semakin besar pula peluang masyarakat untuk mengobatinya.
“Setiap kilometer yang akan ditempuh pada 24 Oktober nanti bukan sekadar perjalanan menuju garis finis. Itu adalah langkah untuk menyuarakan harapan, mengajak masyarakat melakukan skrining sejak dini, serta membuka jalan menuju masa depan dengan lebih sedikit kasus Thalassemia di Indonesia,” jelasnya.
Lewat ajang half marathon itu pula, Stanley Joewono membuka penggalangan dana untuk mendukung kampanye edukasi dan program skrining Thalassemia. (*)







