Enam Tahun Menghilang dari Runway, Billy Tjong Kembali Demi Mencetak Generasi Baru Desainer
Tak disangka, langkah sederhana itu berkembang menjadi Billy Tjong Fashion Lab. Dalam enam tahun terakhir, lebih dari 3.000 murid telah belajar di sana. Mereka datang dari berbagai kota di Indonesia, bahkan dari luar negeri.
Perjalanan sebagai pengajar juga menghadirkan pengalaman emosional yang tak pernah ia bayangkan ketika masih aktif sebagai desainer. Pesan-pesan dari murid di berbagai daerah menjadi pengingat bahwa karya tidak selalu harus berupa busana.
| Baca Juga: Arsitek Merangkap Desainer: Debora Mettu dan Filosofi Garis di Balik Setiap Rancangannya
Ada peserta yang mengikuti kelas dari Papua, ada pula warga Indonesia di luar negeri yang rela begadang karena perbedaan waktu demi belajar langsung darinya. Tak sedikit pula yang mengirimkan foto hasil rancangan mereka sambil mengucapkan terima kasih karena berhasil memulai usaha setelah mengikuti kelas Billy.
“Mereka bilang, ‘Please don’t stop pengajarannya.’ Saya sampai terharu. Ternyata orang-orang yang bahkan belum pernah saya temui bisa merasa terbantu oleh apa yang saya ajarkan,” katanya dengan tersenyum.
Di sisi lain, enam tahun menjadi pendidik juga mengubah cara Billy memandang kesuksesan. Jika dahulu kepuasannya diukur dari koleksi yang tampil di atas runway, kini kebanggaannya justru lahir ketika melihat murid-muridnya berhasil berdiri di atas kaki sendiri.
“Kalau dulu saya berpikir cukup bikin karya, jadi duit, selesai. Sekarang saya merasa ilmu itu harus diteruskan. Harus ada legacy,” tegas Billy.
| Baca Juga: Istri Alex Abbad, Nadya Naufel Ternyata Bikin Gaun Pengantin Sendiri
“Sekarang kebahagiaan saya bukan cuma ketika koleksi saya tampil. Saya lebih senang melihat murid-murid saya berhasil. Kalau ilmu itu bisa diteruskan, berarti ada legacy yang saya tinggalkan,” lanjut dia.
Kembali ke Panggung Mode
Karena itulah, ketika akhirnya memutuskan kembali ke panggung mode, Billy datang dengan tujuan yang berbeda. Ia tidak sekadar ingin memperkenalkan koleksi baru, tetapi ingin membuktikan kepada murid-muridnya bahwa seorang desainer juga harus mampu bertahan sebagai pelaku bisnis.
“Saya kembali bukan karena ingin tampil lagi. Saya kembali karena ingin memberi contoh. Kalau saya mengajarkan bagaimana menjual karya, saya juga harus membuktikannya lewat karya saya sendiri,” tandasnya.







