VIVIA MEDIA — Grup musik Parade Hujan resmi merilis album perdana bertajuk Punar di seluruh platform musik digital. Album ini menjadi tonggak baru perjalanan Mohammad Istiqamah Djamad (Is), Alejandro Saksakame (Cito), dan Ivan Penwyn Panjaitan setelah kembali berkarya bersama dalam format baru yang lahir dari kerinduan para personel terhadap perjalanan musik mereka sebelumnya.

Nama Parade Hujan sendiri hadir sebagai wujud "rujuk rindu" dari para personel yang pernah membesarkan Payung Teduh. Setelah sempat berpisah selama beberapa tahun, ketiganya kembali dipertemukan oleh semangat yang sama untuk menciptakan karya-karya baru.

Tak sedikit pendengar yang menyebut Parade Hujan sebagai "Payung Teduh dengan kemasan baru". Anggapan tersebut muncul karena karakter musikal dan kekuatan lirik yang masih terasa akrab di telinga penikmat musik Indonesia.

Sebelumnya, Is Pusakata maupun Payung Teduh telah melahirkan sejumlah lagu cinta yang menjadi klasik, seperti Akad hingga Untuk Perempuan yang Sedang di Pelukan, yang masih menjadi soundtrack kisah asmara banyak orang hingga saat ini.

| Baca Juga: Musikal Senja Teduh Pelita Ajak Penonton Merenungkan Masa Depan Bumi

Namun melalui Parade Hujan, Is, Ale, dan Ivan menegaskan bahwa mereka tidak ingin sekadar mengulang kesuksesan masa lalu. Lewat Punar, mereka menghadirkan eksplorasi musikal yang lebih segar tanpa meninggalkan identitas yang telah melekat pada karya-karya mereka.

Album Punar berisi delapan lagu yang diciptakan sejak ketiganya kembali berkumpul dalam Parade Hujan. Susunan lagu dalam album ini pun memiliki makna filosofis yang mendalam.

Komposisi lagu disusun sebagai simbol siklus kehidupan yang terus berulang, menggambarkan perjalanan manusia yang selalu mengalami pertemuan, perpisahan, kehilangan, hingga kembali menemukan harapan baru.

Tak hanya merilis album, Parade Hujan juga akan merayakan kehadiran Punar melalui tur album dengan konsep pertunjukan yang lebih intim. Tur perdana dijadwalkan dimulai pada 31 Juli 2026 dengan menyambangi sejumlah kota di Jawa Timur.

| Baca Juga: Dianugerahi Gelar Master Kehormatan, Siti Nurhaliza Berharap Jadi Inspirasi Generasi Muda

Konsep tur ini dirancang sebagai ruang bertemu langsung dengan para pendengar, di mana penonton tidak hanya menikmati musik, tetapi juga dapat berbagi cerita dan merasakan kedekatan bersama para personel.

Rencananya, tur akan berlangsung secara bertahap setiap bulan dan menyambangi sekitar lima kota di setiap provinsi di Indonesia. Setelah Jawa Timur, Parade Hujan akan melanjutkan perjalanan ke wilayah Jawa Tengah pada September 2026 sebelum menyapa kota-kota lain di seluruh Indonesia.

Sebagai bagian dari perayaan album perdana, Punar juga akan tersedia dalam format cakram padat (CD) yang dijual secara eksklusif di setiap lokasi pertunjukan bersama berbagai merchandise resmi Parade Hujan.

Melalui album dan tur ini, Parade Hujan mengajak para pendengar untuk menghafalkan lagu-lagu di dalam Punar, lalu bernyanyi bersama, bertukar cerita, dan merayakan perjalanan baru mereka dalam setiap kota yang disinggahi.

Dengan Punar, Parade Hujan tak hanya menghadirkan nostalgia bagi penggemar Payung Teduh, tetapi juga membuka lembaran baru sebagai band dengan identitas yang semakin matang dan siap menjangkau penikmat musik di berbagai daerah Indonesia. (*)

1 2 SHOW ALL

Tags: