Ini Cerita Kiesha Alvaro, Revaldo, dan Rafi Sanjaya Bongkar di Balik Layar 'Sihir Tanah Kubur'
VIVIA MEDIA — Film horor masih menjadi primadona di industri perfilman Indonesia. Di tengah maraknya judul baru yang menghiasi layar lebar, Sihir Tanah Kubur produksi MVP Pictures hadir menawarkan kisah penuh teror yang berakar pada praktik ilmu hitam dan budaya mistis Nusantara, khususnya dari Banyuwangi.
Antusiasme terhadap film ini juga terasa dalam acara nonton bareng (nobar) bersama para pemain dan sineas di Depok. Ratusan penonton memadati bioskop sejak sore hari. Suasana semakin meriah ketika para pemain menyapa penggemar, berfoto bersama, hingga berbagi cerita di balik proses produksi.
Teror Berlatar Belakang Dendam Keluarga
Sihir Tanah Kubur mengisahkan teror yang bermula ketika Ashar (Revaldo) memindahkan makam sang ibu demi mencapai tujuan jahatnya. Tindakan tersebut memunculkan Makam Wurung yang memicu rentetan kejadian mistis, mulai dari kerasukan, fitnah, hingga ancaman yang membahayakan keluarga kerabatnya, Ustaz Yusuf (Ariyo Wahab).
Akibat peristiwa itu, anak-anak Ustaz Yusuf, Gema (Kiesha Alvaro) dan adiknya Naya (Adzwa Aurel), harus menghadapi berbagai teror mengerikan sekaligus melawan kejahatan yang dilakukan oleh paman mereka sendiri, Ashar.
| Baca Juga: Perdana Kesurupan, Adzwa Aurell Grogi Nakutin Shareefa Daanish di Film Sihir Tanah Kubur
Tak hanya menawarkan cerita yang menegangkan, film garapan sutradara JeroPoint ini juga menghadirkan sejumlah tantangan menarik bagi para pemain, terutama Kiesha Alvaro.
Baca Ayat Al-Qur'an dan Mantra Mistis
Kiesha mengungkapkan bahwa setiap kali harus membaca ayat suci Al-Qur'an dalam adegan, ia selalu berusaha memahami terlebih dahulu makna serta alasan mengapa ayat tersebut dipilih. Menurutnya, pemahaman itu penting agar emosi dan penghayatan saat berakting terasa lebih mendalam.
"Jadi, lebih sering crosscheck lagi, tanya-tanya lagi, terus dicari tahu juga apa sih artinya, kenapa ini dibacakan, supaya ketika membacakan itu pun lebih jelas intensinya, kenapa harus membacakan ayat itu, kenapa bukan ayat yang lain," jelas Kiesha saat ditemui Minggu (26/7/2026) di Depok, Jawa Barat.
Tak hanya melafalkan ayat suci, Kiesha juga ditantang untuk mengucapkan mantra berbahasa Jawa dalam salah satu adegan penting.
| Baca Juga: Angkat Mitos Banyuwangi, Film Sihir Tanah Kubur Siap Tembus Pasar Global
Bintang film Tumbal Proyek ini mengaku banyak dibantu oleh asisten sutradara, Mas Dani, untuk mempelajari dialek Jawa dalam waktu yang sangat singkat.
"Untuk menjawab pertanyaan ini saya harus shout out dulu buat AD 3 saya, Mas Dani. Dia yang sangat membantu saya belajar dialek Jawanya," kata Kiesha.
Menariknya, mantra yang cukup panjang tersebut baru diterimanya sesaat sebelum proses pengambilan gambar dimulai.
"Untuk scene mantra itu, saya belajarnya kalau enggak salah cuma sejam atau setengah jam sebelum take," ungkap putra musisi Pasha Ungu tersebut.
Mantra yang diucapkan Kiesha bukan sekadar rangkaian kata tanpa makna. Melainkan tentang memanggil kembali sesuatu dari masa lalu.
| Baca Juga: Pengalaman Cast Film ‘402 Rumah Sakit Angker Korea’ Rasakan Takut Beneran Saat Syuting
Revaldo yang Siap Dibenci
Revaldo, yang memerankan Azhar, mengaku langsung tertarik sejak pertama kali membaca naskah film. Baginya, kekuatan utama cerita terletak pada kompleksitas karakter Azhar, sosok yang meyakini seluruh tindakannya sebagai sesuatu yang benar meski membawa petaka bagi orang-orang di sekitarnya.
"Tantangan terbesar bukan sekadar memainkan sosok antagonis, melainkan menemukan cara agar setiap tindakan Azhar tetap terasa masuk akal dari sudut pandang karakter tersebut," jelasnya.
Proses itu bahkan membutuhkan diskusi panjang bersama sutradara agar perkembangan emosinya tetap konsisten sepanjang cerita.
"Nah, gimana cara membenarkan karakter ini, diskusinya lumayan lama. Kami benar-benar menjaga supaya karakternya enggak ke mana-mana, tetap pada alurnya, tapi grafik emosionalnya pas," jelasnya.
| Baca Juga: Debut Main Film, Ini Cerita Fiki Naki Saat Ikut Casting 'Paket Santet'
Rafi Sanjaya : Bijak Mengambil Keputusan
Sementara itu, Rafi Sanjaya yang memerankan Omar melihat karakternya sebagai pengingat bahwa keputusan yang diambil secara tergesa-gesa dapat membawa penyesalan besar.
Rafi mengungkapkan rasa syukurnya bisa menjadi bagian dari film tersebut. Namun, lebih dari sekadar memerankan tokoh, ia berharap penonton dapat menangkap pesan yang dibawa Omar.
"Jangan terlalu cepat mengambil keputusan. Omar sudah mengkhianati sahabatnya, Gema, dan karena pengkhianatan itu akhirnya Kiai Yusuf meninggal. Jadi, jadilah orang yang benar, jangan cepat mengambil keputusan, dan tetap tulus menjadi seorang sahabat," tutupnya. (*)







