Tiga Desainer ASEAN Meramu Identitas Budaya dalam Haute Couture
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleMeski menghadirkan pendekatan yang berbeda, ketiga desainer memiliki kesamaan dalam memandang warisan budaya. Tradisi tidak diperlakukan sebagai sesuatu yang beku, melainkan sebagai sumber inspirasi yang terus berkembang mengikuti zaman.
Setiap koleksi menunjukkan bahwa identitas budaya dapat diterjemahkan ke dalam bahasa haute couture tanpa kehilangan akar yang membentuknya.
Lewat karya-karya tersebut, pertunjukan menjadi lebih dari sekadar peragaan busana. Ia berubah menjadi ruang yang memperlihatkan bagaimana kreativitas, tradisi, dan identitas budaya saling bertemu dalam satu narasi yang melampaui batas negara di Asia Tenggara. (*)







