Cerita di Balik Viralnya Kasus Pencurian Ayam di Tabanan Bali
Ketika itu Kadek tidak berkata apa-apa kepada istrinya. “Hari Jumat saya bayar uang gedung sekolah anak, saya enggak tahu suami dapat uang dari mana. Waktu saya minta uang sekolah anak, dia enggak ngomong apa-apa, cuma kasih uangnya terus pergi,” beber Putu Dewi.
| Baca Juga: Peserta Clash of Champions, Ghaza Didiskualifikasi Imbas Kasus Dugaan Pelecehan Seksual
Sebagai seorang ayah, ia selalu berusaha memenuhi kebutuhan sehari-hari anak-anaknya. “Enggak ada yang berubah, dia memang pendiam,” ujarnya.
Made Parta mengatakan, Kadek sempat menghilang selama tiga hari. Ia kemudian mendapat kabar dari perbekel desa yang mengabarkan musibah tersebut. Bersama perbekel desa, Made Parta menjemput jenazah Kadek untuk dibawa ke rumah duka. “Saya yang jemput,” ujar Made Parta.
Polisi telah menetapkan lima orang sebagai tersangka pengeroyokan dan menggelar autopsi untuk memastikan penyebab kematian korban. Made Parta menegaskan, meski sepupunya bersalah karena mencuri ayam, kematian yang begitu tragis membuat keluarga tetap menyesalkan tindakan brutal tersebut.
Keluarga berharap pelaku mendapat hukuman yang setimpal. “Kami awalnya mengira itu kematian biasa. Setelah melihat video yang beredar, rasa sakit sekali, terlalu keji dan tidak berperikemanusiaan. Istri korban berpesan agar pelaku dihukum setimpal,” kata Made Parta.
| Baca Juga: Siapa Nabila Gardena? Selebgram Menantu Koruptor Timah Rp300 Triliun yang Viral
Made Parta juga berharap pemerintah dapat memberikan perhatian kepada keluarga korban. “Kalau ada yang berkenan dan tergerak hatinya untuk mengulurkan tangan, baik pemerintah, tetangga, atau siapa saja, semoga bisa membantu kehidupan mereka. Anak-anaknya kan harus sekolah sampai selesai,” pinta Made Parta.
Keluarga Tersangka: Mengaku Bela Diri
Di sisi lain, pihak keluarga lima tersangka pengeroyokan memohon keringanan hukuman. Mereka berdalih tindakan tersebut murni upaya membela diri karena korban sempat mengancam warga menggunakan senjata tajam saat kedapatan mencuri ayam.
Salah satu istri tersangka, Ni Putu Ayu Yuni Astini, mengungkapkan bahwa suaminya MJ dan seorang kerabat yang sama-sama menjadi tersangka tidak berniat melakukan kekerasan hingga menyebabkan kematian.

Ia menyebut insiden berawal ketika sang kerabat memergoki korban sedang mencuri ayam di pondok mereka pada dini hari kejadian. “Artinya suami dan ipar saya posisinya membela diri juga,” ungkapnya.







