Alih alih menjadikan Garuda sebagai motif utama, keduanya menjadikannya gagasan pengikat koleksi. Ide itu muncul saat mereka mengamati struktur songket.

"Awalnya kami berangkat dari bentuk burung. Lalu kami melihat struktur songket yang identik dengan benang emas. Setelah diperhatikan, bentuknya seperti Garuda," ujar Beatrice.

Gagasan tersebut diterjemahkan lewat siluet berstruktur dan palet warna yang mengingatkan pada bentang alam Nusantara, dari cokelat tanah hingga merah bata. Referensi visualnya berlapis, mulai dari arsip fotografi Indonesia akhir abad ke-19, tailoring Eropa era 1970 hingga 1980, teknik draping Indonesia, hingga sentuhan estetika Lenny Kravitz, Erykah Badu, dan Lauryn Hill.

Menyatukan Dua Cara Berpikir

Bagi Mickael, tantangan pertama adalah membangun komunikasi dengan orang yang baru dikenalnya. Sebelum membahas busana, keduanya lebih dulu memahami cara kerja masing masing.

GARUDA, koleksi kolaborasi Mickael ‘Marlon’ Nana dan Beatrice Angelica tampil perdana di JF3 Fashion Festival 2026 Foto dok JF3

"Kami cukup beruntung karena ternyata memiliki sensibilitas yang mudah dipertemukan. Tentu kami sempat berbeda pendapat dalam hal hal kecil dan harus banyak berkompromi. Tetapi saya rasa semua itu tidak terlihat di hasil akhirnya," ujarnya.

Beatrice menyebut pengalaman ini sebagai kolaborasi pertamanya dengan desainer lain yang memberinya banyak wawasan baru untuk membangun brand ke depan.

Menjahit Bhinneka Tunggal Ika

Semangat persatuan dalam keberagaman menjadi benang merah koleksi ini, terlihat dari tailoring Eropa yang dipadukan dengan kain lilit Indonesia, denim yang berdampingan dengan songket, serta beludru yang bertemu tenun tangan.

"Koleksi ini diciptakan sebagai jembatan antara dua budaya. Saya ingin perempuan di Paris bisa mengenakan tenun atau songket Indonesia dengan rasa yang sama seperti ketika orang Indonesia memakainya," ungkap Mickael.

| Baca Juga: Mahasiswi London College of Fashion Ini Bikin Heboh, Kenakan Dress Lingerie saat Wisuda

Makna itu juga diterjemahkan lewat kain beludru bermotif abstrak, interpretasi dari gugusan pulau pulau Indonesia. "Kami benar-benar ingin menangkap keindahan kepulauan Indonesia sekaligus kekayaan budayanya," ujar Beatrice.

1 2 3 4

Tags: