VIVIA MEDIA — Nama Parama Hansa Abhipraya kembali mencuri perhatian publik. Bocah multitalenta yang akrab disapa Rama ini menambah daftar pencapaiannya dengan tampil sebagai drummer bersama komunitas Main Drum Bareng (MDB) dalam dua panggung peringatan Hari Anak Nasional 2026.

Rama tampil pada ajang Mini Boss Vol.2 KisFM yang digelar Sabtu (25/7/2026) dan Layar Pentas Ceria Anak Indonesia persembahan detikPop yang disiarkan secara langsung pada Selasa (28/7/2026). Penampilannya menjadi bukti bahwa pengembangan bakat anak tidak hanya dapat dilakukan melalui kompetisi, tetapi juga lewat kolaborasi seni.

Pada acara Layar Pentas Ceria Anak Indonesia, Rama bergabung bersama para drummer cilik berbakat seperti Ryo, Rasyad, Henokh, Viel, Azka, dan Nada.

Mereka tampil di bawah arahan drummer profesional sekaligus kreator konten Yoiqball, membawakan konsep permainan drum kolaboratif yang mengedepankan kekompakan, komunikasi, dan musikalitas di atas panggung.

| Baca Juga: Di Balik IQ 145 Ashton Alexander, Ada Orang Tua yang Tak Pernah Berhenti Belajar

Penampilan tersebut menjadi pengalaman baru bagi Parama. Selama ini, bocah berusia delapan tahun itu lebih dikenal sebagai peraih berbagai prestasi di bidang akademik, musik piano, literasi, catur, hingga seni budaya.

Sang ayah, Dhaniar Aji, mengungkapkan bahwa ketertarikan Rama terhadap drum muncul dari keinginannya sendiri. Setelah bertahun-tahun mendalami piano klasik dan meraih berbagai penghargaan, Rama meminta izin untuk belajar alat musik yang berbeda.

"Drum memang permintaan dia sendiri. Baru sekitar dua bulan belajar, sekarang sudah terpilih tampil bersama teman-teman baru hasil seleksi drummer legendaris Yoiqball," ujar Aji.

Menurutnya, tidak ada metode khusus dalam mendidik putranya hingga mampu menorehkan prestasi di berbagai bidang.

| Baca Juga: Sempat Tertinggal, Pembalap Sleman Kiandra Ramadhipa Sukses Taklukkan MotoGP Sachsenring

"Nggak sulit, tinggal mengarahkan apa yang dipengen, dan membawa dia ke lingkungan positif serta punya teman-teman baik agar di masa depan jadi orang baik. Itu lebih dari cukup," katanya.

Bagi Parama, bergabung dengan Main Drum Bareng (MDB) memberikan pengalaman berbeda dibandingkan mengikuti perlombaan individu.

Komunitas yang didirikan oleh Yoiqball tersebut menjadi wadah bagi anak-anak dan pecinta drum untuk belajar bermain secara bersama-sama. Setiap peserta tidak hanya diasah kemampuan teknisnya, tetapi juga dilatih agar mampu menyesuaikan permainan dengan anggota lain sehingga tercipta harmoni dalam sebuah pertunjukan.

Menurut Yoiqball, pendekatan tersebut penting untuk membangun karakter anak sejak dini. "Kami ingin anak-anak terus belajar, saling mendukung, dan menikmati proses bermain musik bersama. Drum bukan hanya tentang teknik, tetapi juga tentang kolaborasi."

| Baca Juga: Sempat Diremehkan, Alexandra Adams Jadi Dokter Tuli-Buta Inggris Pertama

Sebelum naik ke atas panggung, seluruh peserta menjalani latihan mandiri serta rehearsal bersama. Proses ini bertujuan agar setiap anak memahami materi lagu sebelum memainkannya secara kolektif.

Peraih Rekor MURI dengan Prestasi Lintas Disiplin

Meski kini mulai serius mengembangkan kemampuan bermain drum, Parama telah lebih dulu dikenal sebagai salah satu anak berprestasi Indonesia.

Berkat pencapaiannya di berbagai bidang, ia dinobatkan sebagai pemegang Rekor MURI untuk kategori anak dengan prestasi lintas disiplin terbanyak.

Di bidang akademik, Rama sukses meraih berbagai gelar pada olimpiade matematika tingkat nasional hingga internasional. Salah satu prestasi terbaiknya adalah menjadi World Star Champion dalam Thailand International Mathematical Olympiad (TIMO) 2025.

| Baca Juga: Misi Lari 21 Km Penyintas Thalassemia, Demi Sebarkan Edukasi soal Penyakit Darah Genetik

Kemampuan bermusiknya juga tak kalah membanggakan. Sebagai pianis muda, ia berhasil meraih 2nd Silver Trophy pada kompetisi Piano Golden Lion Singapore 2026.

Tak hanya itu, Rama juga berprestasi di dunia catur dengan meraih Best KU-7 Tournament Catur DKI Jakarta serta Fourth Place Kuala Lumpur Chess Championship.

Di bidang literasi dan budaya, ia tengah menulis buku serta beberapa kali tampil sebagai dalang wayang. Kombinasi prestasi di berbagai disiplin inilah yang membuat Jaya Suprana dan Aylawati Sarwono dari MURI menganugerahkan penghargaan rekor kepadanya.

Keikutsertaan Parama dalam dua panggung Hari Anak Nasional menjadi bukti bahwa eksplorasi bakat tidak memiliki batas.

Melalui pengalaman bersama Main Drum Bareng, Rama belajar bahwa musik bukan hanya tentang kemampuan individu, tetapi juga kerja sama, komunikasi, dan saling menghargai sesama pemain. (*)

1 2 3 SHOW ALL

Tags: