VIVIA MEDIA — Kabar mengejutkan datang dari aktris Alyssa Soebandono. Istri Dude Harlino itu mengaku mengidap skoliosis atau kelainan tulang belakang.

Kabar itu disampaikan Alyssa melalui Threads. Saat ini, kondisinya berangsur membaik setelah menjalani operasi sekitar tiga pekan lalu.

"Alhamdulillah, sedang dalam masa pemulihan pasca operasi skoliosis 3 minggu yang lalu. Sehat-sehat untuk kita semua, yah," tulis Alyssa.

Wanita yang akrab disapa Icha itu mengungkap dirinya telah didiagnosis skoliosis sejak 2006.

| Baca Juga: Inara Rusli hingga Tengku Dewi Putri, 5 Selebriti ini Tampil Beda usai Diselingkuhi

Dia mengalami skoliosis tipe S curve dengan tingkat kelengkungan tulang belakang yang sudah masuk kategori berat (severe).

Selama hampir 20 tahun, Alyssa berupaya menangani kondisinya tanpa operasi. Berbagai metode telah dijalani, mulai dari menggunakan SpineCor brace hingga mengikuti fisioterapi.

Aku didiagnosa tahun 2006 (S curve) dan secara derajat sudah kategori severe. Sudah coba pakai SpineCor brace (sambil sekolah dan shooting) selama 3 tahun, berenang, pilates dari tahun 2008-2026, dan fisioterapi,” jelasnya.

Namun, setelah mempertimbangkan berbagai hal dan mengikuti saran dokter, Alyssa akhirnya memutuskan menjalani operasi pada 2026.

"QadarAllah, dengan segala pertimbangan penuh, di tahun 2026 ini aku ikuti saran dokter untuk dioperasi," tulis Alyssa.

| Baca Juga: Baila Fauri dan Ivar Jenner Kepergok Jalan Bareng, Pacaran?

Kini, perempuan berusia 34 tahun itu masih menjalani fisioterapi dua kali setiap pekan sebagai bagian dari proses pemulihan pascaoperasi.

Sebagai informasi, skoliosis adalah suatu kelainan pada tulang belakang di mana tulang melengkung ke samping secara tidak normal. Selain keturunan, kebiasaan buruk yang sering dilakukan sehari-hari juga menjadi pemicu Skoliosis.

Tanda-tanda yang dapat dilihat pada penderita skoliosis adalah bahu tidak rata, salah satu tulang menonjol, dan pinggang atau pinggul tidak rata.

Lantas, apa saja kebiasaan yang bisa mengakibatkan skoliosis?

Membawa Tas berat

Pada saat ini, anak sekolah selalu membawa tas yang berisi buku dalam jumlah banyak dan tebal-tebal. Hal ini membuat tas terasa berat.

| Baca Juga: Barang Piala Dunia 2026 Dilelang, Jersey Jimin BTS Tembus Rp1,9 Miliar

Dikutip dari OnlyMyHealth, Konsultan Senior Bedah Tulang Belakang Rumah Sakit Sir Ganga Ram New Delhi, Dr. KL Kalra, menjelaskan jika beban yang berlebihan membuat anak-anak mencondongkan tubuh ke depan.

Sehingga otot-otot ekstensor tulang belakang menjadi tegang. Seiring waktu, hal ini dapat mengakibatkan nyeri punggung, nyeri bahu, dan nyeri leher.

Jika tak segera ditangani, anak-anak dapat mengalami masalah tulang belakang yang lebih serius seperti Skoliosis.

Duduk menyilangkan kaki

Salah satu kebiasaan berisiko yang banyak dilakukan perempuan adalah duduk sambil menyilangkan kaki. Meski membuat penampilan terlihat lebih anggun, tapi posisi duduk ini bisa memicu kelainan tulang belakang.

| Baca Juga: Cerita di Balik Viralnya Kasus Pencurian Ayam di Tabanan Bali

Kebiasaan itu bisa membuat panggul berputar ke posisi yang tidak seharusnya. Sehingga bisa memicu gangguan tulang.

Menduduki Dompet

Sementara pada laki-laki, kebiasaan menyimpan dompet tebal pada saku belakang bisa berpotensi menyebabkan gangguan tulang. Karena pada saat duduk, dompet tersebut membuat posisi bokong tidak stabil. Apalagi, kebiasaan itu dilakukan dalam jangka waktu berjam-jam.

Menulis sambil tiduran di meja

Menulis sambil tiduran di meja merupakan kebiasaan yang sering dilakukan anak. Kebiasaan menulis sambil tiduran ini sering dilakukan bila anak lelah atau mengantuk.

Posisi menulis sambil tiduran di meja dalam kurun waktu yang lama membuat tulang belakang tidak kurus dan berpotensi mengakibatkan skoliosis.

Kebiasaan menelungkupkan badan sambil beraktivitas, seperti belajar dan membaca adalah posisi yang digemari anak.

Akan tetapi, posisi ini jika dilakukan terus menerus bisa membuat tulang belakang dan leher tidak berada pada posisi yang seharusnya. Kondisi ini dapat memicu terjadinya skoliosis.

Duduk meliukkan badan di sofa

Duduk santai di sofa sambil tidur-tiduran memang menyenangkan, apalagi bila dalam keadaan lelah.

Namun, tanpa disadari, posisi duduk sambil meliukkan badan dalam waktu lama dan sering dapat mengakibatkan tulang belakang terputar. Keadaan ini dapat mengakibatkan skoliosis. (*)

1 2 3 SHOW ALL

Tags: