VIVIA MEDIA — Sumarna, petugas keamanan yang bertugas di pos Tanggul Kayat, kawasan Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, ditemukan meninggal dunia di tepi waduk pada Jumat (24/7/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Kondisi jenazah yang masih mengenakan seragam satpam dengan tangan terborgol memunculkan dugaan kuat bahwa korban tewas akibat tindak kekerasan, bukan kecelakaan biasa.

Tepat sepekan setelah kematian suaminya, Siti Maryam menggelar tahlilan tujuh hari sekaligus menyampaikan harapannya agar polisi segera mengungkap pelaku di balik kematian sang suami.

Ia meyakini suaminya adalah korban pembunuhan, mengingat selama ini tidak pernah ada keluhan soal masalah dengan orang lain, baik di lingkungan kerja maupun tetangga.

Siti Maryam istri mendiang Sumarno
Siti Maryam (kiri) istri mendiang Sumarno. Foto: Istimewa

Malam Terakhir yang Janggal

Kejanggalan mulai terlihat sejak malam sebelum Sumarna ditemukan tewas. Berbeda dari kebiasaannya berangkat kerja pukul 16.00 WIB, malam itu ia baru berangkat lebih larut. Ia juga terlihat lesu dan banyak diam, seperti sedang memikirkan sesuatu, meski tidak menceritakan apa pun kepada istrinya.

“Sebelum berangkat ia terlihat lesu, terlihat seperti orang capek, kayak malas-malasan mau berangkat kerja,” tutur Maryam.

Malam itu juga, untuk pertama kalinya, Sumarna tidak mengikuti pengajian yasinan rutin yang biasa digelar setiap malam Jumat di pos jaga.

“Malam Jumat rutin diadakan yasinan di pos jaga, tapi malam itu suami enggak ikut. Dia berangkat agak malam,” ungkap Maryam. Saat berpamitan meninggalkan rumah, Sumarna pun tidak mengucapkan kata-kata apa pun selain pamit seperti biasa.

| Baca Juga: Cerita di Balik Viralnya Kasus Pencurian Ayam di Tabanan Bali

Komunikasi terakhir antara Sumarna dan istrinya terjadi Kamis (23/7) malam pukul 22.00 WIB. Saat itu Maryam mengirim pesan mengenai undangan rapat di desa.

Sumarna membalas dengan mengirimkan sebuah foto dirinya bersama komandan regu (Danru) di tempat kerja.

“Ma, ini ada Danru enggak enak ditinggalin,” tulis Sumarna. Itulah pesan terakhir yang diterima Maryam dari suaminya.

Pencarian Semalaman

Setelah pesan itu, komunikasi antara keduanya terputus. Sekitar pukul 00.30 WIB, Maryam yang mulai gelisah mencoba menghubungi suaminya sebanyak tiga kali, namun panggilannya tidak pernah diangkat. “Tiga kali saya hubungi tapi ditolak,” katanya. Pesan WhatsApp yang ia kirimkan pun hanya bercentang satu, tanda belum diterima.

Kekhawatirannya semakin bertambah. Pukul 02.00 WIB, Maryam mendatangi pos penjagaan tempat suaminya bertugas, namun tidak menemukannya di sana. Dua orang yang berada di pos menduga Sumarna tengah melakukan patroli di sekitar kawasan Waduk Jatiluhur, dugaan yang diperkuat oleh tidak terlihatnya sepeda motor Sumarna di area pos.

| Baca Juga: Kisah Pelampung Kakek Umar untuk Cucu di Tragedi Tenggelamnya KM Nurul Salsa

Maryam sempat meninggalkan lokasi untuk mencari informasi lain, sebelum kembali mendatangi pos penjagaan pukul 04.30 WIB. Kali ini sepeda motor Sumarna sudah terlihat terparkir di dekat pos, membuat Maryam sempat mengira suaminya telah kembali dari patroli.

Namun setelah memeriksa bagian dalam pos dan area sekitarnya, Sumarna tetap tidak ditemukan. “Saya kira suami saya ada di pos, tapi pas saya cek ternyata enggak ada juga,” katanya.

Kekhawatiran keluarga dan rekan kerja pun semakin menjadi. Pencarian terus dilakukan hingga akhirnya jenazah Sumarna ditemukan di kawasan perairan Waduk Jatiluhur, Jumat (24/7/2026) sekitar pukul 11.00 WIB, dalam kondisi masih mengenakan seragam satpam dan tangan terborgol.

Sosok Ayah di Mata Sang Anak

Kepergian Sumarna menyisakan duka mendalam, terutama bagi kedua buah hatinya, Gerald Surya Pratama (17) dan Shalika Ratu Calista (9), yang hingga kini masih syok menerima kenyataan tersebut. Gerald menceritakan, meski sibuk bekerja, ayahnya selalu menyempatkan diri menemani anak-anaknya.

| Baca Juga: Kisah Nyata Film ‘Baby Udon’: Perjalanan Cinta Emosional Bos Marugame Indonesia dengan Seorang Kasir

“Bapak suka ngantarin ke sekolah,” kata Gerald.

Ia menyebut sang ayah sebagai sosok yang dekat dengan keluarga. “Kalau ada waktu suka ngajak jalan-jalan saya bersama adik,” ucapnya.

Kenangan terakhir Gerald bersama ayahnya adalah saat mereka berkunjung bersama ke Masjid Al Jabbar di Bandung. Kini, harapan terbesar Gerald dan keluarganya adalah agar polisi segera menemukan pelaku di balik kematian ayahnya. “Pengen cepat terungkap, pengen tahu, pengen lihat siapa pelakunya,” ujar Gerald.

Dugaan dan Penyelidikan Polisi

Sebelum ditemukan tewas, sempat berkembang dugaan bahwa Sumarna menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah pemuda yang tengah melakukan aksi vandalisme di kawasan waduk, setelah sebelumnya ia menegur mereka. Namun, hingga kini polisi belum menetapkan siapa pelaku di balik kematian Sumarna.

| Baca Juga: Ada Dokter dan Atlet, Ini 3 Wanita Selingkuhan Bill Gates si 'Bos Microsoft'

Polres Purwakarta masih terus melakukan penyidikan dengan memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan alat bukti guna mengungkap penyebab pasti kematian Sumarna.

Sejumlah barang milik korban turut diamankan untuk kepentingan penyelidikan, di antaranya telepon genggam, sepeda motor yang biasa digunakan Sumarna untuk bekerja, pakaian, sepatu, serta alat komunikasi handy talky (HT).

Maryam juga berharap misteri di balik kematian suaminya bisa segera terungkap. “Pengen segera terungkap, bisa tahu siapa pembunuhnya,” ungkap Maryam. Ia juga berharap doa-doa yang dipanjatkan keluarga dan kerabat dalam tahlilan tujuh hari membawa ketenangan bagi mendiang suaminya. “Semoga suami sudah tenang di sana,” ucapnya. (*)

1 2 3 SHOW ALL

Tags: