VIVIA MEDIA — Hubungan antara penyanyi Keisya Levronka dan Nyoman Paul (Paul Aro) di kehidupan nyata telah lama menjadi sorotan netizen. Chemistry yang terpancar secara alami di antara keduanya sering kali membuat penggemar ikut-ikutan baper.

Tak hanya di dunia nyata, keduanya tampil bersama dalam film drama romansa terbaru produksi Verona Films, ‘Dan Bandung’.

Kabar ini sontak memicu rasa penasaran publik. Banyak yang bertanya-tanya apakah dalam proyek film ini mereka akan dipasangkan sebagai sepasang kekasih yang romantis, atau justru memerankan karakter yang bertolak belakang.

Menanggapi rasa penasaran tersebut, Keisya Levronka akhirnya memberikan sedikit bocoran saat berkunjung ke redaksi Vivia Media baru-baru ini.

| Baca Juga: Debut Layar Lebar Langsung Tokoh Utama di 'Dan Bandung', Shanna Shannon Sempat Nervous

"Hmm, aku belum bisa jelasin apakah ada second lead romance. Pokoknya lihat saja nanti di filmnya ya," ujar Keisya dengan nada penuh teka-teki.

Dari Panggung Nyanyi hingga Ketagihan Berakting

Bagi Keisya Levronka, keterlibatannya dalam film garapan Rudi Soedjarwo ini bukan sekadar pekerjaan sampingan di luar karier menyanyinya. Ia mengaku sangat menikmati atmosfer selama proses syuting, terutama karena dikelilingi oleh rekan kerja yang sebaya.

"Eee... seru. Seru karena seumuran kan. Biasanya aku kayak sendirian gitu sama ibu, bapak gitu. Sekarang banyak yang seumuran, jadi seru banget," ungkap Keisya mengenai dinamika di lokasi syuting.

Keisya bahkan secara terang-terangan mengaku mulai 'ketagihan' berakting di depan kamera. Menurutnya, akting memberikan tantangan adrenalin yang berbeda jika dibandingkan dengan saat ia berdiri di atas panggung musik.

| Baca Juga: Penuh Romansa, Pemutaran Perdana Film 'Dan Bandung' di Surabaya Bikin Penonton Gemas

"Nagih banget dong. Aku suka banget, aku enjoy, dan aku merasa tantangannya, serunya tuh beda sama nyanyi, dan dua-duanya aku enjoy," tambahnya bintang film Lara Ati ini.

Kontras Dunia Film dan Musik

Lebih lanjut, pelantun lagu "Tak Ingin Usai" ini membedah perbedaan mendasar antara industri musik yang membesarkan namanya dengan industri film yang kini ia selami. Keisya menyebutkan bahwa film membutuhkan dedikasi waktu dan kerja sama tim dalam jangka panjang.

"Mungkin kalau nyanyi kan lebih cepat ya waktunya, kayak sejam nyampai kota,nyanyi, terus pulang. Kalau di film lebih panjang prosesnya, lebih butuh teamwork yang lebih lama jangkanya," kata wanita asal Malang berusia 23 tahun.

"Jadi kayak bener-bener beberapa bulan tuh kita bareng-bareng terus kan. Itu yang lebih seru sih. Kenal orang lagi, ngobrol lagi, nge-build lagi gitu, terus masuk ke karakter baru lagi, cari tahu lagi," sambungnya.

| Baca Juga: Netflix Digugat Rp1,7 Triliun Usai Kehilangan Salinan Film Nicolas Cage

Cinta Terhalang Kasta dan Luka Lama

Film ‘Dan Bandung’ sendiri menjanjikan sebuah narasi perjalanan cinta yang manis namun sarat akan rintangan. Cerita ini berfokus pada dua karakter utama, Basil (Samo Rafael) dan Elma (Shanna Shannon).

Hubungan mereka digambarkan sebagai kisah kasih yang klasik namun pedih karena terbentur oleh 'tembok besar' perbedaan kasta sosial dan latar belakang keluarga yang kontras.

Basil digambarkan sebagai pemuda gigih dan romantis dari latar belakang keluarga sederhana. Kehidupannya jauh dari kata mudah; ia harus berjuang menghadapi realitas pahit bahwa ayahnya tengah mendekam di balik jeruji besi.

Di sisi lain, Elma muncul sebagai sosok perempuan pendiam dan tertutup dari keluarga konglomerat yang berkuasa. Meskipun hidup dalam gelimang harta, Elma memendam trauma mendalam akibat didikan orang tua yang sangat ketat (strict parents). Pertemuan kedua jiwa yang terluka ini menjadi motor penggerak utama dalam alur cerita ‘Dan Bandung’. (*)

1 2 SHOW ALL

Tags: