Ari Irham Tampil Gondrong dan Tindik Telinga untuk Karakter di Film 'Seni Merayu Tuhan'
"Asalnya saya mau pakai jenggot juga di sini (menunjuk dagu), cuma akhirnya dipotong karena kelihatannya jadi terlalu 'licik' kalau ada jenggotnya, kata mereka. Akhirnya dihapus, jadi cuma kumis saja," kenang Ari sembari tertawa.
Pengorbanan Tindik Telinga
Tak hanya urusan bulu wajah, totalitas Ari Irham juga dibuktikan dengan keputusannya untuk menindik dua telinganya secara nyata. Hal ini dilakukan demi memperkuat identitas karakter Hikmah sebagai editor muda yang eksentrik.
"Lucunya, anting ini beneran. Saya tindik beneran untuk peran ini," ungkap Ari.
| Baca Juga: Ari Irham Belajar Jadi Vokalis Band Demi Film Takkan Kubiarkan Kau Menangis
Namun, di balik totalitas tersebut, ada sebuah kejadian unik dan cukup menyulitkan saat proses syuting berlangsung. Kejadian itu bermula saat Ari harus melakoni adegan emosional di area pemakaman, di mana karakternya diminta untuk melantunkan azan di liang kubur ibunya.
"Ada satu kejadian lucu, ada adegan di kuburan di mana saya harus melantunkan azan. Saat itu antingnya harus dicopot karena adegannya sedang di pemakaman. Karena baru beberapa hari ditindik, pas dicopot dan selesai syuting adegan itu, mau dipasang lagi ternyata lubangnya sudah menutup lagi," ceritanya.
Lantaran proses penutupan lubang tindik yang sangat cepat, Ari tidak memiliki waktu untuk melakukan tindik ulang di tengah jadwal syuting yang padat.
"Cepat sekali menutupnya. Akhirnya untuk sisa syuting, saya pakai anting jepit saja karena tidak sempat kalau harus tindik lagi," tambah bintang film Tak Kan Kubiarkan Kau Menangis itu.
Refleksi Diri: Belajar Menekan Ego
Masuk ke dalam karakter Hikmah ternyata memberikan dampak personal bagi Ari Irham. Ia mengaku bahwa ada bagian dari sifat Hikmah yang sangat relevan dengan kehidupannya sendiri, terutama mengenai sifat egois yang terkadang muncul dalam diri manusia.
"Ada sih (kaitan karakter dengan diri sendiri). Jujur, saya deg-degan juga nih ditonton sama teman-teman semua yang ada di sini. Tapi, salah satu refleksi dari karakter Hikmah itu mungkin sifat keegoisannya kali ya," aku Ari dengan jujur.







