Ari Irham Tampil Gondrong dan Tindik Telinga untuk Karakter di Film 'Seni Merayu Tuhan'
Anak bungsu dari dua bersaudara ini merefleksikan bagaimana di masa lalu, dirinya mungkin pernah merasa paling benar dan abai terhadap orang-orang di sekitarnya. Namun, melalui film Seni Merayu Tuhan, Ari merasa mendapatkan teguran positif untuk lebih menghargai keberadaan sahabat yang jujur.
"Sifat keegoisan dalam diri aku juga mungkin pernah aku rasakan, di mana aku selalu merasa paling benar dan tidak memikirkan orang lain di dalam hidup. Tapi untungnya, saya pribadi jadi bersyukur setelah menonton film ini," tuturnya.
| Baca Juga: Bintang Remaja 'Agent Kim Reactivated' Mengaku Kerja Part-Time di Kedai Takoyaki Saat Syuting Rampung
Bagi Ari Irham, film ini mengingatkannya akan pentingnya memiliki lingkungan pertemanan yang berani menegur kesalahannya, sesederhana apapun itu.
"Film ini mengingatkan saya bahwa saya itu masih punya teman yang bisa bilang kalau saya itu 'bau ketek' gitu, atau bau mulut. Ada teman seperti Khatib di hidup saya," kata bintang film Rego Nyowo ini.
"Jadi saya bersyukur banget setelah menonton film ini, karena mengingatkan saya tentang hal-hal yang mungkin sehari-hari saya anggap remeh, tapi itu sebenarnya penting buat saya dan sering saya lupakan," tambah Ari penuh haru.
Film ini menceritakan perjalanan spiritual Hikmah (Ari Irham) yang berduka setelah ibunya (Rieke Diah Pitaloka) meninggal dunia. Bersama sahabatnya Hotib (Teuku Ryzki) dan kekasih beda agama Sophia (Lutesha), ia berusaha memahami keikhlasan agar ibunya tenang.
| Baca Juga: Dukungan Penuh Andrew Garfield untuk Film ‘Spider-Man’ Terbaru Tom Holland
Film ini juga dibintangi Sita Nursanti, Onadio Leonardo, hingga Alfie Alfiandy. Menariknya, Habib Jafar dan komika Arie Kriting juga turut mengambil peran dalam film ini.
Di bangku produser, terdapat nama-nama besar di industri perfilman Indonesia seperti Salman Aristo dan Sigit Pratama. Skenario film ini ditulis secara kolaboratif oleh Rino Sarjono bersama Salman Aristo dan Gina S. Noer. Gina S. Noer juga bertindak sebagai produser eksekutif bersama Orchida Ramadhania. (*)







