Pengalaman tersebut rupanya membawa permenungan filosofis bagi pemeran tokoh Oneng ini di Sitkom Bajaj Bajuri ini. Ia merasa bahwa kematian tidaklah semenakutkan yang dibayangkan jika dihadapi dengan kepasrahan.

"Ternyata meninggal itu bukan sesuatu yang menakutkan ketika kamu menghadapi dengan tenang seperti orang tidur," tambah Rieke.

Menjalani Proses Casting demi Peran

Kembalinya Rieke ke layar lebar bukan tanpa perjuangan. Meski sudah memiliki nama besar, ia menegaskan tetap mengikuti prosedur formal dalam industri film, termasuk menjalani proses casting sebanyak tiga kali.

| Baca Juga: Debut Main Film, Ini Cerita Fiki Naki Saat Ikut Casting 'Paket Santet'

"Ketika kita membaca naskah dan kita sudah komit, lewat casting. Saya casting tiga kali, sama dengan Ari Irham. Di tiap peran selalu saya minta casting. Saya tidak mau orang asal tunjuk begitu saja," tegasnya.

Bagi Rieke, casting adalah cara untuk memastikan keselarasan antara dirinya, naskah, dan visi sutradara. Selain itu, ia harus melepaskan identitas politiknya serta karakter ikonik "Oneng" dari sitkom Bajaj Bajuri yang sudah melekat selama puluhan tahun atas permintaan khusus sutradara Cesa David.

"Ketika memerankan suatu karakter, ya kita harus melepaskan semua atribut kita. Itulah momen oase bagi saya. Oase untuk jeda sejenak, melepaskan semuanya, " ujar Rieke.

"Semua pekerjaan yang hiruk-pikuk begitu di profesi saya sekarang. Dan saya menemukan.dunia akting adalah jalan pulang selalu buat saya untuk lebih menjadi manusia," sambungnya.

| Baca Juga: Film 'Monster Pabrik Rambut' Borong Tiga Penghargaan di Dua Festival Film Internasional

Manajemen Waktu di Tengah Kesibukan Parlemen

Sebagai anggota DPR RI, Rieke harus pintar membagi waktu antara tugas negara dan kecintaannya pada seni. Ia memanfaatkan masa reses dan akhir pekan untuk menyelesaikan proses syuting.

1 2 3

Tags: