Cerita Afgan Main Film 'Agensi Rumah Tangga': Garap Soundtrack Kilat, Punya 6 ART di Rumah
VIVIA MEDIA — Penyanyi Afgan kembali membawa kejutan bagi para penggemarnya. Namun, kali ini bukan lewat konser atau album, melainkan melalui debutnya sebagai pemeran utama dalam film drama komedi terbaru bertajuk Agensi Rumah Tangga.
Film garapan sutradara Naya Anindita di bawah naungan rumah produksi Starvision ini menampilkan sisi lain Afgan yang jarang tersorot kamera. Perjalanan Afgan dalam film ini bermula dari sebuah percakapan santai yang awalnya tidak ia tanggapi secara serius.
Naya Anindita sempat melontarkan ajakan di luar urusan pekerjaan formal yang membuat Afgan sempat bingung saat tawaran itu benar-benar datang secara resmi.
"Udah sempat ngomong di luar. Jadi Naya sempat bilang, 'Eh lu main film baru gua ya'. Terus gua kayak, 'Eh oke deh boleh deh'. Terus sempat nggak ada kabar," kenang Afgan saat ditemui di Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (5/8/2026).
| Baca Juga: Enzy Storia Grogi Lihat Lesung Pipi Afgan Saat Adu Akting di Film 'Agensi Rumah Tangga'
Kejutan sesungguhnya datang ketika pihak manajemen memberikan konfirmasi resmi mengenai peran tersebut. Afgan mengaku sempat tidak percaya saat mengetahui dirinya didapuk sebagai bintang utama, bukan sekadar pemeran pendukung seperti pengalaman film-film sebelumnya.
"Terus aku kayak awalnya agak-agak nggak percaya karena aku pikir aku bukan lead di sini. Aku pikir jadi another supporting actor. Ternyata ditawarin pemeran utama pria," ujar pemilik nama lengkap Afgansyah Reza itu.
"Terus awalnya syok juga, tapi aku percaya kalau misalnya Naya yakin aku bisa, berarti emang beneran bisa. Gua bener-bener based on that aja," sambung pelantun lagu Sadis tersebut.
Proses Kilat Garap Soundtrack
Tak hanya berakting, keterlibatan Afgan untuk mengisi Original Soundtrack (OST) yang diciptakan khusus sesuai kebutuhan cerita berjudul 'Langit Merah Muda'. Lagu tersebut menggambarkan sudut pandang dan perasaan Kafka, karakter yang diperankannya dalam film.
| Baca Juga: Baim Wong Duetkan Prilly Latuconsina dan Davina Karamoy di Film Drama Komedi
Dalam proses kreatifnya, Afgan berkolaborasi dengan musisi berbakat lainnya seperti Rendy Pandugo dan Gamaliel.
"Iya itu juga aku bikin khusus buat film ini, bikinnya sama Rendy Pandugo sama Kamga bertiga. Tapi juga semua sesuai dengan brief-nya Naya. Pokoknya Naya udah ngasih tahu ini ending-nya scene-nya seperti ini, feel-nya kayak gini, gua mau lagunya uplifting," jelasnya.
Menariknya, Afgan mengungkapkan bahwa proses penciptaan lagu ini berlangsung sangat cepat. Meskipun hanya butuh waktu singkat untuk menemukan ide dasar, pengerjaan teknisnya tetap dilakukan secara detail demi memuaskan visi sang sutradara.
"Proses nulis lagunya sebenarnya cepat sekali, mungkin cuma sekitar 3 menit idenya, tapi pengerjaan detailnya sekitar 2 jam. Naya minta lagunya yang uplifting dan terasa segar," ungkap Afgan.
| Baca Juga: Andy /rif Puji for Revenge, Lanjutkan Jejak jadi OST Film Spider-Man
Untuk mewujudkan permintaan tersebut, kelahiran Jakarta, 37 tahun ini membayangkan adegan-adegan di film ini dan membuat lagu yang mid-tempo, santai, tapi tetap memberikan semangat.
"Awalnya sempat merasa tertekan waktu mau memperdengarkan lagunya. Tapi lega karena Naya langsung suka," imbuhnya.
Selama ini, publik mengenal Afgan sebagai sosok penyanyi yang kalem, cool, dan penuh wibawa. Namun, lewat karakter Kafka yang dimainkannya, penonton akan diajak melihat sisi manusiawi yang lebih santai dan konyol, yang menurut Afgan sebenarnya adalah kepribadian aslinya di balik layar.
"Aslinya aku sebenarnya cukup konyol sih, tapi memang harus sama orang yang sudah benar-benar dekat baru sisi itu keluar. Di film ini, Kafka punya sisi rapuh yang lumayan mirip dengan saya di dunia nyata. Jadi, penonton akan melihat sisi yang lebih manusiawi dari seorang Kafka," tuturnya jujur.
| Baca Juga: Cerita Widyawati Temukan Lagi Kebaya Pernikahannya Bersama Sophan Sophiaan
Realita dan Dinamika Punya Enam ART
Tema besar film yang mengangkat tentang peran Asisten Rumah Tangga (ART) ternyata sangat relevan dengan kehidupan pribadi seorang Afgan. Ia mengakui betapa vitalnya peran mereka dalam menunjang aktivitas kesehariannya yang padat sebagai figur publik.
"Wah, aku sangat mengapresiasi semua ART di rumah. Mereka sudah seperti bagian dari keluarga. Tanpa mereka, aku rasa saya tidak bisa berfungsi secara maksimal di luar rumah," katanya.
Sambil tertawa, Afgan membeberkan bahwa ia memiliki enam orang pekerja di rumahnya dengan pembagian tugas yang spesifik.
"Tunggu, saya hitung dulu ya. Ada enam orang. Tapi mereka punya tugasnya masing-masing, ada yang khusus urus kebersihan, masak, dan lain-lain. Apalagi kalau momen lebaran dan mereka mudik, itu rasanya sedih banget dan pusing cari gantinya," keluhnya. (*)







