Cerita di Balik Terciptanya 'Utara Selatan', Single Terbaru Ungu Jelang Konser 30 Tahun
VIVIA MEDIA — Band legendaris Ungu resmi meluncurkan single terbaru berjudul 'Utara Selatan' pekan lalu. Lagu ini menjadi pembuka rangkaian perayaan 30 tahun perjalanan karier Ungu, sekaligus menjadi penanda babak baru bagi band yang telah mewarnai industri musik Indonesia sejak pertengahan 1990-an.
Mengusung lirik yang emosional dengan balutan aransemen pop khas Ungu yang diperkaya sentuhan rock klasik, lagu Utara Selatan menghadirkan kisah tentang dua insan yang saling mencintai tetapi harus berpisah karena memiliki tujuan hidup yang berbeda.
Kalimat "mimpimu ke utara, aku ke selatan" menjadi simbol bahwa tidak semua hubungan harus berjalan dalam arah yang sama. Pesan tersebut tidak hanya relevan bagi kisah percintaan, tetapi juga menggambarkan perbedaan pandangan dalam keluarga maupun hubungan dengan orang-orang terdekat.
Gitaris Ungu, Enda, mengungkapkan bahwa lagu itu memang diciptakan sebagai karya istimewa untuk menyambut usia tiga dekade band tersebut.
| Baca Juga: Ungu Rayakan 30 Tahun Berkarya Lewat Single 'Utara Selatan'
"Ini salah satu lagu yang benar-benar kita rembukin bareng banget, benar-benar kayak dulu. Aku pertama kali denger lagu ini di perjalanan dari luar kota pas semobil sama Mas Pasha," ujar Enda saat jumpa pers di CGV FX Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu (5/8/2026).
Menurutnya, saat memperdengarkan demo lagu kepada Pasha, sang vokalis langsung antusias dan meminta agar lagu tersebut segera digarap. "Dia langsung senang dan semangat. Dia bilang garap karena dia suka," kata Enda.
Ia menjelaskan, tema lagu Utara Selatan sengaja dibuat universal sehingga tidak hanya berbicara soal pasangan, tetapi juga tentang perjalanan hidup yang membawa seseorang ke arah berbeda.
"Lirik lagu ini memang berbeda tujuan ya, ada yang ke utara ada yang ke selatan. Karena enggak sejalan, mungkin memang harus berpisah," kata dia.
| Baca Juga: Project Pop Rayakan 30 Tahun Lewat Konser, Tampil Dengan Konsep K-Pop
Sementara itu, vokalis Sigit Purnomo alias Pasha mengatakan proses pemilihan lagu di tubuh Ungu selalu dilakukan secara kolektif.
Setelah mendengarkan demo buatan Enda, Pasha langsung memperdengarkannya kepada Makki, Rowman, dan Oncy. Setelah seluruh personel sepakat, lagu tersebut langsung masuk tahap rekaman.
"Rumusan di Ungu itu sederhana. Kalau semua setuju, lagu direkam. Tapi kalau ada satu orang saja yang kurang happy, lagunya bisa kami ganti atau dianggap hangus," ujar Pasha.
Pasha yang juga anggota DPR RI tersebut mengaku langsung jatuh hati pada karakter musik 'Utara Selatan'.
| Baca Juga: Padi Reborn Luncurkan Konser Dua Delapan Versi Film Sinematik Bioskop
"Yang aku suka memang pop, tapi ada sentuhan rock klasik tanpa menghilangkan warna khas Ungu. Makanya kami serius menggarap lagu ini," katanya.
Tak hanya merilis lagu baru, Utara Selatan juga menghadirkan sesuatu yang berbeda. Untuk pertama kalinya dalam sejarah Ungu, Pasha dipercaya menjadi sutradara video musik bandnya sendiri.
Keinginan tersebut sebenarnya sudah lama ia sampaikan, namun baru kali ini mendapat momentum yang tepat.
"Saya memang sudah beberapa kali menawarkan diri untuk menyutradarai video musik Ungu. Baru di lagu ini semuanya terasa pas," ujar Pasha.
| Baca Juga: Kini Jadi Aktor Sukses, Kiesha Alvaro Masih Suka Minta Uang Saku ke Pasha Ungu
Menurutnya, cerita lagu serta karakter para pemeran membuat konsep video musik dapat diwujudkan sesuai dengan visi yang diinginkannya.
"Saya ingin video musik ini bisa menyampaikan rasa yang mungkin sulit diucapkan lewat kata-kata sehingga penonton ikut merasakan perjalanan emosinya," jelasnya.
Video musik "Utara Selatan" menghadirkan kolaborasi dua generasi keluarga besar Ungu dengan menampilkan Kiesha Alvaro, putra Pasha, dan Zara Leola, putri Enda, sebagai pemeran utama.
Ide tersebut justru datang dari Enda yang menilai keduanya telah berada pada usia yang tepat untuk membawakan kisah cinta dalam lagu tersebut.
| Baca Juga: Ungu Siap Gelar Konser 'Final Chapter', Rayakan 30 Tahun Berkarya
Selain sudah saling mengenal sejak kecil, punya pengalaman berakting, chemistry keduanya juga dinilai mampu menghadirkan cerita yang terasa alami di layar.
Bagi Kiesha, keterlibatan dalam proyek ini menjadi pengalaman yang telah lama dinantikan.
"Aku sempat bertanya kepada Ayah, apakah dipilih karena memang sudah layak atau hanya karena tidak ada pilihan lain. Ternyata jawabannya karena memang waktunya sudah tepat," ujar Kiesha sambil tersenyum.
Sementara Zara mengaku proyek ini terasa sangat personal karena melibatkan keluarga besar Ungu. "Buat aku ini bukan sekadar pekerjaan. Ini proyek keluarga. Karena itu aku ingin memberikan yang terbaik untuk Ayahku dan ayah-ayahku yang lain," tuturnya.
| Baca Juga: Kostum Mewah Zhao Lusi Hilang Setelah Konser di Macau, Polisi Turun Tangan
Keistimewaan video musik "Utara Selatan" tidak berhenti di situ. Produksi video ini juga melibatkan lebih dari 400 Cliquers, sebutan bagi para penggemar setia Ungu, sebagai pemeran tambahan.
Kehadiran ratusan penggemar tersebut menjadikan video musik ini sebagai salah satu produksi terbesar yang pernah dibuat UNGU sekaligus menjadi simbol eratnya hubungan antara band dan para penggemarnya selama 30 tahun.
Menariknya, video musik ditutup dengan tulisan "To Be Continued", yang menjadi petunjuk bahwa kisah 'Utara Selatan' masih akan berlanjut menuju proyek berikutnya.
Perjalanan 'Utara Selatan' akan bermuara pada konser akbar bertajuk "Waktu Yang Dinanti: Final Chapter" yang dijadwalkan berlangsung pada 30 Oktober 2026.
| Baca Juga: Kurang Peminat, Konser Isyana Sarasvati di Kuala Lumpur Batal Digelar
Konser tersebut dipersiapkan sebagai perayaan terbesar sepanjang perjalanan UNGU dengan menghadirkan konsep panggung megah, perjalanan musikal selama tiga dekade, serta berbagai kolaborasi spesial.
"Ini bukan sekadar konser tunggal. Ini adalah cara kami mengucapkan terima kasih kepada industri musik Indonesia dan kepada semua pendengar yang sudah menemani perjalanan UNGU selama 30 tahun. Karena itu kami mempersiapkannya dengan sangat serius," tutup Pasha. (*)







