VIVIA MEDIA — Selama masa menyusui, banyak hal kerap menimbulkan kecemasan pada ibu baru. Mulai dari anggapan bahwa gangguan payudara seperti mastitis, kebiasaan memijat payudara saat terasa nyeri, munculnya benjolan yang dikira berbahaya, hingga kekhawatiran ketika air susu ibu (ASI) belum juga keluar deras setelah melahirkan.

Menurut Dokter Konselor Laktasi RS Pondok Indah – Puri Indah, dr. Anastasia Lilian S., CBS, IBCLC, sebagian besar kekhawatiran tersebut sebenarnya dapat dijelaskan secara medis, sehingga ibu tidak perlu panik berlebihan.

Tidak Selalu Berakhir dengan Operasi

Banyak ibu mengira gangguan payudara seperti mastitis pasti membutuhkan tindakan operasi. Padahal, sebagian besar kasus dapat ditangani tanpa pembedahan apabila dikenali sejak dini dan segera mendapatkan terapi yang tepat.

“Penanganan awal mastitis biasanya dilakukan dengan memperbaiki posisi dan perlekatan saat menyusui, memberikan obat antinyeri dan antiperadangan, serta bila diperlukan antibiotik yang aman bagi ibu menyusui,” jelas dr. Anastasia.

| Baca Juga: Mastitis Pada Ibu Tak Harus Hentikan Perjalanan Menyusui Buah Hati

Operasi baru menjadi pilihan apabila kondisi telah berkembang menjadi abses atau infeksi berat yang tidak menunjukkan perbaikan dalam waktu 24–48 jam setelah pemberian obat. Pada situasi itu, dokter akan melakukan drainase untuk mengeluarkan nanah, baik melalui aspirasi jarum maupun sayatan kecil, sesuai ukuran dan kondisi abses.

Boleh Dipijat, tapi Jangan Terlalu Kuat

Ketika payudara terasa penuh dan nyeri, tidak sedikit ibu yang mencoba memijatnya dengan kuat agar ASI segera keluar. Cara ini justru tidak dianjurkan karena dapat memperparah pembengkakan dan peradangan.

“Hindari pijatan yang kuat atau menekan jaringan payudara karena dapat memperberat pembengkakan dan peradangan. Jika diperlukan, konsultasikan teknik penanganan yang tepat dengan dokter konselor laktasi,” ujar dr. Anastasia.

Pijatan tetap boleh dilakukan, tetapi hanya berupa sentuhan lembut untuk memberi rasa nyaman sekaligus melancarkan aliran ASI. Setelahnya, ibu tetap dianjurkan menyusui atau memerah ASI, dengan memastikan posisi dan perlekatan bayi sudah optimal. Kompres dingin setelah menyusui atau memerah ASI juga dapat membantu mengurangi nyeri dan pembengkakan.

| Baca Juga: Waspada, Gigi Berlubang pada Anak Bisa Berujung Infeksi dan Ganggu Tumbuh Kembang

1 2

Tags: