Sudah Rajin Sikat Gigi, tapi Kebanyakan Masih Salah Soal Waktunya
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleVIVIA MEDIA — Lebih dari 95 persen masyarakat Indonesia mengaku rutin menyikat gigi setiap hari. Namun survei kesehatan terbaru mengungkap fakta bahwa kurang dari tiga persen dari mereka melakukannya pada waktu yang benar-benar tepat, yakni setelah sarapan dan sebelum tidur malam.
Wakil Ketua Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB PDGI) drg. Tari Tritarayati mengungkapkan bahwa tingginya kesadaran menyikat gigi ternyata tidak berbanding lurus dengan praktik yang benar.
"Kalau kita lihat dari data yang ada, 95 persen ke atas masyarakat sudah menyikat gigi. Tetapi survei membuktikan bahwa cara dan waktu menyikat giginya salah," kata Tari saat peresmian Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) 2026 di Jakarta, Kamis (17/9).
Menyikat gigi setelah sarapan penting untuk membersihkan sisa makanan yang menempel begitu seseorang mulai beraktivitas. Sementara pada malam hari, produksi air liur, salah satu pertahanan alami mulut, cenderung menurun saat tidur.
| Baca Juga: Luka Operasi Sudah Menutup, Benarkah Sudah Sembuh? Ini yang Sering Terlewat
Kondisi ini membuat sisa makanan dan plak yang tak dibersihkan sebelum tidur lebih berisiko memicu bakteri menghasilkan asam yang merusak gigi.
Selain soal waktu, pola konsumsi makanan manis juga jadi sorotan. Sebanyak 45,7 persen masyarakat tercatat mengonsumsi makanan atau minuman manis lebih dari satu kali sehari.
Ketua Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI) Prof. drg. Suryono menjelaskan bahwa gula bukan penyebab langsung gigi berlubang.
"Jadi bukan kumannya makan gigi. Kuman makan substrat yang manis-manis tadi, menghasilkan asam, asamnya menghancurkan permukaan gigi," ujarnya.
| Baca Juga: Merasa Sehat karena Tak Ada Keluhan? Begini Bahaya Hipertensi yang Diam-Diam Merusak Tubuh
Kebiasaan lain yang juga masih rendah adalah memeriksakan gigi secara rutin. Hanya 11,2 persen masyarakat yang mencari tenaga medis gigi dalam setahun terakhir saat mengalami masalah. Padahal pemeriksaan berkala bisa mendeteksi persoalan sebelum berkembang menjadi rasa sakit.
Persoalan ini semakin relevan mengingat data Survei Kesehatan Indonesia 2023 mencatat 57 persen penduduk berusia tiga tahun ke atas masih mengalami masalah kesehatan gigi dan mulut. Di sejumlah daerah, akses ke layanan gigi pun masih menjadi kendala.
1 2







