Benjolan Tidak Selalu Berbahaya

Munculnya benjolan saat menyusui sering menimbulkan kekhawatiran, padahal tidak selalu berarti ada penyakit serius. Benjolan dapat disebabkan oleh saluran ASI yang tersumbat, mastitis, maupun kista, dan sebagian besar bersifat tidak berbahaya.

Meski begitu, ibu tetap perlu memantau perkembangannya. Apabila benjolan tidak menghilang dalam beberapa hari atau disertai nyeri, demam, maupun perubahan pada kulit payudara, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter agar penyebabnya dapat dipastikan.

Belum Deras di Hari Pertama Itu Wajar

Kecemasan juga kerap muncul ketika ASI belum keluar dalam jumlah banyak sesaat setelah persalinan. Padahal, kondisi ini merupakan bagian dari proses alami tubuh.

Pada satu hingga tiga hari pertama setelah melahirkan, payudara menghasilkan kolostrum, cairan berwarna kekuningan yang kaya nutrisi dan antibodi. Meski jumlahnya sedikit, kolostrum sudah mampu memenuhi kebutuhan lambung bayi yang baru lahir.

| Baca Juga: Pasca Melahirkan, Amanda Manopo Alami Rambut Rontok hingga Mom Brain

“Tetap lakukan stimulasi dengan sesering mungkin melekatkan bayi ke payudara atau melakukan skin-to-skin contact untuk merangsang hormon oksitosin dan prolaktin. Produksi ASI umumnya mulai meningkat pada hari ketiga hingga kelima setelah melahirkan, meskipun waktunya dapat berbeda pada setiap ibu,” jelas dr. Anastasia.

Kunci Produksi ASI: Supply and Demand

Banyak ibu mencari cara agar produksi ASI lebih banyak. Namun menurut dr. Anastasia, kuncinya bukan mengandalkan satu jenis makanan atau minuman tertentu, melainkan menerapkan prinsip supply and demand. Semakin sering payudara dikosongkan sesuai kebutuhan bayi, semakin banyak ASI yang akan diproduksi tubuh.

Sesuai rekomendasi WHO dan Kementerian Kesehatan RI, bayi dianjurkan memperoleh ASI eksklusif selama enam bulan pertama, dilanjutkan bersama MPASI hingga usia dua tahun atau lebih.

Selain itu, ibu juga perlu memenuhi nutrisi seimbang, mencukupi cairan sesuai rasa haus, mengelola stres, serta memperoleh istirahat cukup sebagai fondasi utama agar produksi ASI tetap lancar selama masa menyusui. (*)

1 2 SHOW ALL

Tags: