VIVIA MEDIA — Aktris Caitlin Halderman kembali menguji kemampuan aktingnya lewat serial terbaru bertajuk Jakarta Undercover: Members Only. Dalam proyek adaptasi buku ini, perempuan berusia 26 tahun tersebut memerankan karakter utama bernama Sita, seorang jurnalis investigasi yang harus melakukan penyamaran ekstrem demi mengungkap sebuah misteri besar.

Peran ini menuntut Caitlin untuk tampil dengan dua identitas berbeda: sebagai Sita yang merupakan seorang jurnalis profesional, dan sebagai Hera, identitas samaran yang ia gunakan untuk masuk ke dunia malam.

Caitlin mengakui bahwa transisi antara dua kepribadian ini menjadi tantangan paling berat sepanjang proses produksi.

Tantangan Perankan Dua Identitas

Memainkan karakter yang sedang berpura-pura menjadi orang lain bukanlah perkara mudah. Caitlin menjelaskan bahwa ia harus menetapkan batasan yang sangat tegas antara kehidupan Sita dan persona Hera agar penonton dapat melihat perbedaan emosi dan perilaku keduanya.

| Baca Juga: Ini Cara Awi Suryadi Racik Adaptasi Film Horor Thailand dengan Sentuhan Indonesia

"Aku berperan sebagai Sita dan tantangan terberatnya adalah bagaimana aku harus bisa membedakan kehidupan Sita dan kehidupan Hera di situ. Karena mereka adalah dua karakter yang berbeda. Jadi, aku harus mempunyai batas yang cukup untuk Sita dan batas yang cukup untuk Hera," jelas Caitlin di kawasan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (6/8/2026).

Detail kecil menjadi fokus utama Caitlin dalam membangun karakter. Ia bahkan memikirkan gestur fisik yang spesifik agar kedua identitas tersebut tidak tertukar di mata penonton.

"Susah banget ya, karena aku bangun karakter Sita itu sangat detail, mulai dari bangun apa, benerin kacamata pakai tangan apa, biar terlihat bedanya antara Sita dan Hera gitu," tambahnya.

Riset Mendalam Lewat Literasi

Demi mendalami latar belakang cerita, Caitlin diketahui sampai membeli dua jilid buku Jakarta Undercover karya Moammar Emka. Meskipun buku tersebut berbentuk esai dan karakter Sita merupakan tokoh baru yang diciptakan khusus untuk serial ini, Caitlin menganggap literasi tersebut sangat penting untuk memahami atmosfer cerita.

| Baca Juga: Aktris ‘Spider-Man: No Way Home’, Mary Rivera Meninggal Dunia di Usia 82 Tahun

"Sebenarnya kan itu kan bukunya kan cerita tentang Jakarta Undercover in general kan. Sita ini kan karakter yang baru dibuat juga di series ini. Jadi, aku nggak begitu mendalami apa yang ada di situ, cuma lebih mengerti insight-insight si Jakarta Undercover-nya sendiri. Lebih ke situnya sih, bukan dari karakter," jelasnya.

Salah satu aspek menarik dari akting Caitlin kali ini adalah keberaniannya untuk menunjukkan "ketidaksempurnaan" saat Sita sedang menyamar sebagai Hera. Menurutnya, Sita hanyalah seorang jurnalis, bukan seorang aktor profesional, sehingga wajar jika karakter Sita sesekali "bocor" saat ia menjadi Hera.

"Hera ini dia kan bukan aktor ya. Jadi, dia juga nggak yang bisa-bisanya banget jadi orang lain sebenarnya. Tapi she tries her best untuk bisa menjadi apa yang stigma-stigma orang-orang yang baru menjadi Golden Sunrise atau plat-plat seperti itu," kata Caitlin.

Aktris berdarah campuran Belanda dan Minangkabau ini juga berdiskusi intens dengan sutradara dan pelatih akting untuk membiarkan adanya kesalahan kecil atau slip-up dalam penyamarannya agar terlihat lebih realistis.

| Baca Juga: Elsa Japasal - Ari Irham Sajikan Drama Remaja Dipadu Balap Jalanan di Sinetron Ternyata Ini Cinta

"Menurut aku dan Mas Aldo (sutadara), dan acting coach-ku juga, kalau misalkan memang ada beberapa slip-up yang nggak sengaja Hera lakukan dengan karakter Sita itu oke banget. Karena balik lagi, ya, dia nggak secanggih itu untuk bisa menyamar untuk menjadi orang lain gitu, lebih ke situnya sih," tuturnya lagi.

Bekal Ilmu Jurnalistik dari Masa SMA

Memerankan sosok jurnalis rupanya tidak sepenuhnya asing bagi Caitlin. Ia mengungkapkan bahwa dirinya pernah mempelajari dasar-dasar jurnalistik saat duduk di bangku sekolah menengah atas (SMA). Pengalaman masa lalu inilah yang ia gunakan sebagai fondasi riset karakternya.

"Aku lumayan banyak meriset karakter Sita secara general. Aku tuh dulu pernah studi jurnalistik, percaya nggak percaya. Dulu sempat studi jurnalistik. Jadi, waktu SMA itu aku emang suka kayak nulis-nulis majalah terus ditaruh di mading. Jadi, I know lah beberapa basic-nya apa yang diriset, apa yang bisa ditulis dan apa yang nggak," kenang Caitlin.

Selain mengandalkan pengalaman pribadi, ia juga aktif mengamati cara kerja awak media saat mewawancarainya di dunia nyata.

| Baca Juga: Ini Cerita Kiesha Alvaro, Revaldo, dan Rafi Sanjaya Bongkar di Balik Layar 'Sihir Tanah Kubur'

"Aku riset apa aja yang ditanyain, apa yang bisa dipublikasikan, apa yang tidak. Ngobrol-ngobrol juga sama pers, apa juga yang mereka pertanyain biasanya ke orang-orang sekitar, dan berita-berita apa yang mereka liput," kata bintang film Baby Udon ini.

Series garapan Aldo Swastia yang tayang di platfrom Vidio ini mengikuti perjalanan Sita (Caitlin Halderman), seorang jurnalis muda yang menyamar sebagai resepsionis di Hotel Golden Sunrise demi mengungkap misteri kematian sang kakak, Tania (Agnes Naomi).

Meski pihak berwenang menyatakan Tania meninggal akibat kecelakaan, Sita menemukan sejumlah kejanggalan yang membuatnya yakin ada kebenaran lain yang sengaja disembunyikan.

Dalam menjalankan penyelidikannya, Sita dibantu oleh Tio (Brandon Salim), sahabat sekaligus rekan sesama jurnalis yang membantunya menyusun rencana penyamaran. (*)

1 2 3 SHOW ALL

Tags: