Ini Cara Awi Suryadi Racik Adaptasi Film Horor Thailand dengan Sentuhan Indonesia
Awi mengungkapkan proses adaptasi berjalan tanpa banyak intervensi dari pihak kreator film asli. Bahkan, mereka memberikan keleluasaan penuh untuk mengolah cerita sesuai kebutuhan versi Indonesia.
“Saya justru nunjukin dia hasil akhirnya. Karena dia tahu perbedaan waktunya sangat jauh. Jadi dari awal mereka membebaskan kita untuk adaptasi sesuai culture kita, sesuai waktu sekarang,” katanya.
Kepercayaan tersebut membuat tim produksi leluasa melakukan berbagai penyesuaian tanpa kehilangan esensi cerita yang membuat Ladda Land begitu dikenal sebagai salah satu film horor terbaik Thailand.
Berbeda dengan film horor yang hanya berfokus pada satu rumah, Perumahan Laddaland menghadirkan ruang yang jauh lebih luas sehingga setiap sudut kawasan harus memiliki nuansa visual yang konsisten.
| Baca Juga: Syuting Jadi Jenazah di Film 'Seni Merayu Tuhan', Rieke Diah Pitaloka Malah Ketiduran
“Sebenarnya bukan adegan tertentu. Yang paling sulit itu nge-create atmosfernya. Karena kita bukan cuma bergerak di satu rumah, kita satu perumahan. Jadi shot-nya panjang dari rumah satu ke rumah lain. Semua harus di-lighting, sementara lighting-nya juga nggak boleh kelihatan di kamera. Itu yang paling susah dan makan waktu,” ungkapnya.
Meski demikian, Awi justru menyebut proyek ini sebagai salah satu produksi paling nyaman sepanjang kariernya.
“Saya justru beruntung banget kali ini. Tantangan produksi boleh dibilang nggak ada. Bahkan cuaca bersahabat banget. Semua pemain, meskipun adegannya berat, masuk set nggak pernah mengeluh, selalu ready to roll. Jadi ini salah satu project yang paling menyenangkan dan hampir problem-free buat saya," ujarnya.
Perumahan Laddaland dibintangi oleh Titi Kamal, Andri Mashadi dan Anantya Kirana. (*)







