“Ketika berkembang menjadi musikal, kami tidak ingin sekadar memindahkan cerita ke atas panggung. Kami ingin membuka ruang-ruang batin Kaluna yang sebelumnya belum sepenuhnya terdengar. Ketika dialog tidak lagi cukup menampung apa yang dirasakan, karakter menyanyikannya,” katanya.

Melalui pertunjukan ini, Cristian berharap penonton dapat kembali mempertanyakan batas antara mencintai keluarga dan menjaga diri sendiri.

“Apakah mencintai keluarga harus selalu berarti mengorbankan seluruh diri sendiri?” ujarnya.

| Baca Juga: Gillian Anderson Kembali Lewat 'X-Files', Namun Dalam Versi Lego

Dari Sastra Hingga Menjadi Pertunjukan Lintas Ekosistem

Bagi Indonesia Kaya, perjalanan Home Sweet Loan menunjukkan bagaimana sebuah cerita yang kuat dapat berkembang melalui berbagai medium sekaligus memperkuat ekosistem seni pertunjukan Indonesia.

Billy Gamaliel, Program Manager Indonesia Kaya, mengatakan bahwa seni pertunjukan memiliki kemampuan untuk menghadirkan cerita yang dekat dengan kehidupan masyarakat sekaligus membuka ruang bagi lahirnya karya-karya baru.

Menurutnya, kolaborasi antara Visinema, Indonesia Kaya, dan Jakarta Art House menjadi contoh bagaimana industri kreatif dapat berkembang melalui kerja sama lintas bidang.

Cerita yang berawal dari novel Almira Bastari kemudian berkembang menjadi film, sebelum akhirnya diterjemahkan kembali dalam bentuk musikal.

| Baca Juga: Skala Panggung Lebih Besar, 1.700 Seniman Terlibat Dalam Hikayat Srikandi Nusantara

“Ini menjadi bukti bahwa satu karya IP yang kuat dapat menghadirkan banyak kolaborasi dari berbagai pihak. Visinema sebagai pengembang IP, Jakarta Art House sebagai pendukung untuk mewujudkan karya panggung, dan Indonesia Kaya yang mendukung ekosistemnya,” ujar Billy.

Tantangan Adaptasi dari Film ke Musikal

1 2 3 4

Tags: