Benang Merah 'Cahaya Hati': Kisah Padi Reborn dan Yura Yunita di Balik Kolosalnya Pagelaran Sabang Merauke 2026
Musisi Yura Yunita telah tiga tahun menjadi bagian PSM. Ia kembali memerankan Mahadewi dan mengaku setiap tahun selalu menghadirkan tantangan baru.
"Rasanya setiap kembali ke Pagelaran Sabang Merauke itu seperti masuk ke atmosfer yang begitu magis," ujar Yura. "Sebagai seniman, rasanya belum pernah menemukan tempat eksplorasi seluas ini. Di sini kita benar-benar didorong keluar dari zona nyaman."
Namun momen paling berkesan baginya justru bukan di panggung, melainkan saat menyaksikan latihan para penari di Yogyakarta. "Kalau melihat teman-teman penari, dari ujung kuku sampai ujung rambut, sampai ujung kaki, semuanya seperti memberi nyawa," katanya.
Bagi Yura, dedikasi seribuan seniman itu adalah wujud nyata cinta pada Indonesia. "Bayangkan ada 1.700 orang yang memberikan nyawanya, memberikan cintanya untuk Indonesia. Merindingnya itu tidak bisa dijelaskan," ujarnya.
Dari rock yang melebur jadi orkestra, hingga tarian yang seolah bernyawa, semuanya terikat oleh satu melodi yang sama — bukti bahwa PSM 2026 bukan sekadar pertunjukan, melainkan panggung tempat tradisi dan kreativitas Indonesia bertemu. (*)




