'Ketok Mejik' Sudah Dilirik Pasar India, Jadi Debut Film Panjang Arahan Yogi S. Calam
"Di India pun ada mirip Ketok Magic. Itulah mengapa, cerita film dianggap memiliki titik temu dengan calon penonton di sana. Waktu saya jelaskan di sana, mereka bilang, 'Wah, this is the perfect opportunity untuk market Ketok Mejik di sana'," jelasnya.
Selain itu, genre yang diusung Ketok Mejik juga dinilai sesuai dengan karakter pasar India. Berbeda dengan Indonesia yang memiliki basis penonton horor cukup besar, Akhsay melihat komedi dan drama memiliki pasar yang sangat kuat di India.
"Komedi dan drama itu sangat besar di sana. Dan ini pas untuk Ketok Mejik, komedi drama, jadi saya pikir ini akan sangat bagus untuk Indian market juga," tuturnya.
| Baca Juga: Masa Lalunya Terungkap, Film Animasi 'Menembus Langit' Tampilkan Masa Lalu Ibra Berkisah
Bagi industri film Indonesia, kondisi itu menunjukkan bahwa cerita lokal tetap memiliki peluang untuk diterima penonton internasional ketika mempunyai tema yang mudah dipahami lintas budaya.
Ketok Mejik merupakan proyek layar lebar keempat yang melibatkan Show Token untuk memperluas ekosistemnya di industri hiburan. Menurutnya, kontribusi yang diberikan tidak hanya berkaitan dengan produksi, tetapi juga memperluas jangkauan penonton.
Sebelum memasuki penayangan nasional, Ketok Mejik juga mencoba membangun kedekatan dengan penonton melalui special screening di sejumlah kota, seperti di Surabaya dan Malang dan mendapat respon positif.
Debut Film Panjang dan Tantangan Mengarahkan Komedian
Secara cerita, Ketok Mejik mengikuti kehidupan Ben yang diperankan oleh Ananta Rispo. Ia mewarisi bengkel milik sang kakek, tetapi harus menghadapi persoalan utang dan berbagai masalah yang muncul setelahnya.
| Baca Juga: Lutesha Bahas Dilema Hubungan Beda Agama di Film Seni Merayu Tuhan
Bengkel dalam film tersebut bukan sekadar latar cerita. Tempat itu menjadi ruang pertemuan berbagai persoalan, mulai dari konflik keluarga, masalah ekonomi, hingga hubungan antarmanusia.
Menariknya, film Ketok Mejik menandai debut Yogi S. Calam sebagai sutradara film panjang. Meski ini pengalaman pertamanya, ia sudah cukup lama malang melintang di industri film. Yogi pernah jadi asisten sutradara Fajar Nugros dan Hanung Bramantyo.







